Korlantas Mau Buat Masjid Ramah Pemudik di Musim Lebaran Tahun Depan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah pemudik arus balik sepeda motor beristirahat di warung di halaman Masjid Al Maskar Hasanudin, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (25/3/2026).  Foto: Fauzan/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah pemudik arus balik sepeda motor beristirahat di warung di halaman Masjid Al Maskar Hasanudin, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (25/3/2026). Foto: Fauzan/ANTARA FOTO

Korlantas Polri menyebut masjid menjadi salah satu lokasi yang paling banyak disinggahi oleh pemudik pada musim mudik Lebaran 2026. Karenanya, pada musim mudik Lebaran mendatang, Korlantas ingin membuat masjid yang ramah pemudik.

Hal itu disampaikan Kabag Ops Korlantas Polri, Kombes Aries Syahbudin, dalam rapat bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/4).

“Ternyata yang paling efektif adalah 'Masjid Ramah Pemudik'. Ini yang lebih banyak dikunjungi masyarakat karena masjid itu ada di pinggir jalan, fasilitasnya lengkap. Mungkin ke depan lebih bagus kita merapat ke masjid-masjid yang ada di sepanjang jalan,” ujar Aries.

Nantinya, Aries mengatakan, polisi akan membangun pos pelayanan (Posyan) dan pos pengamanan (Pospam) bagi para pemudik yang berdekatan dengan masjid.

“Itu infrastrukturnya sudah ada dan lengkap tinggal kita menambahkan kebutuhan-kebutuhan yang memang diperlukan bagi masyarakat yang memang akan beristirahat,” ucap Aries.

“Karena kalau masjid mereka pasti istirahat, Pak, mereka pasti mau salat. Tapi kalau Pospam, Posyan itu kalau memang tidak ada kebutuhan atau tidak ada... mereka rata-rata agak enggan untuk mampir. Mungkin ini yang catatan kami berkaitan dengan yang dilakukan oleh Kementerian Agama, Masjid Ramah Pemudik,” ucapnya.

Pimpinan Komisi V DPR RI, Lasarus saat rapat kerja dengan semua mitra kerja di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (27/1/2026). Foto: YouTube/ TVR Parlemen

Menanggapinya, Ketua Komisi V DPR, Lasarus, mengaku sepakat dengan rencana itu.

“Diperlukan banyak masjid yang ramah pemudik. Ini perlu kita perkuat, sekitar masjid ini kita perkuat gitu ya. Negara harus turun tangan kalau memang itu membantu mengurai, ya ini harus kita perkuat lokasinya, perluasan arealnya, kemudian fasilitas pelengkap dan seterusnya. Ini kan kita sudah tahu masalahnya,” tutur Lasarus.

Rest Area Masih Jadi Penyebab Macet di Tol

Foto udara kondisi kawasan istirahat atau rest area 130B di ruas Tol Cikopo-Palimanan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Rabu (25/3/2026). Foto: Fauzan/ANTARA FOTO

Aries juga melaporkan soal permasalahan rest area yang masih pelik. Menurutnya, salah satu permasalahan di arus mudik tahun ini adalah Rest Area KM 57 Tol Japek yang selalu padat.

“Kemudian yang menjadi catatan kami juga rest area KM 57 memang menjadi selalu menjadi masalah, Pak. Karena memang di situ orang sudah dari Jakarta padat di MBZ, rest area pertama itu ada di KM 57A. Rest area yang cukup besar tapi kalau sudah masyarakat ke situ semua, itu kita tidak bisa menangani,” ucap Aries.

“Sudah dengan Polwan, sudah dengan Powat, dengan itu pun tidak... kalau orang sudah harus membuang hajatnya, ya tetap mereka akan berhenti di pinggir jalan,” tambahnya.

Hal itu pun menjadi perhatian Komisi V DPR. Lasarus meminta agar Menteri PU, Dody Hanggodo, memperbanyak rest area di tol. Dia meminta agar dicarikan solusi untuk mengatasi masalah yang selalu berulang ini.

“Apakah tidak ada solusi (rest area) KM 57A ini? Harusnya ada solusi, Pak. Harusnya ada solusi. Nggak mungkin nggak ada solusi. Tapi kalau yang ada cuma itu ya tidak ada solusi, Pak. Ini harus dicarikan jalan keluarnya menurut saya, jangan ini menahun,” ucap Lasarus.

“Menahunnya itu sepanjang masa, Pak. Selalu jadi masalah di sini. Dan saya yakin kita harus dilakukan simulasi Pak Menteri, kemudian Menteri Perhubungan, Menteri PU, dan Korlantas Polri. Bagaimana kita mengurai 57A ini yang kita jadikan contoh saja, Pak,” tambahnya.