Korpri Minta Jokowi Pertimbangkan Pembentukan Badan Talenta ASN

Ketua Dewan Pengurus Korpri Nasional, Zudan Arif Fakrulloh, mengungkapkan pihaknya kerap mengamati sistem karier ASN yang bertumpu pada pendidikan. Ia pun berkaca kepada Presiden Jokowi, Mendagri Tito Karnavian, Menkes Budi Gunadi Sadikin, hingga co-founder Bukalapak Achmad Zaky, yang bisa sampai posisi masing-masing saat ini tanpa mengenyam pendidikan formal di bidang yang tengah digeluti.
"Pak Jokowi ini relatif enggak pernah belajar formal pendidikan pemerintahan. Pak Tito enggak pernah belajar COVID-19, enggak pernah belajar inflasi. Pak Budi Sadikin belajarnya di teknik, kemudian jadi banker, [dan] sekarang jadi Menkes," kata Zudan di Rakernas KORPRI di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Selasa (3/10).
Menurut Zudan, selama ini tingkatan karier ASN selalu dimulai dari pendidikan S1 kemudian S2. Ia berpendapat, perlu dipertimbangkan memilih seseorang yang bertalenta untuk masuk dalam sistem karier.
"Jangan-jangan salah satu yang harus kita pikirkan adalah kita perlu pertimbangkan kenapa orang ini sangat berhasil. Pak Presiden sangat berhasil wali kota, gubernur, presiden. Pak Mendagri [dari] Kapolri [menjadi] Mendagri menangani COVID-19. Saya belajar dari beliau, waktu itu beliau beri saya 26 video untuk belajar COVID-19, sekarang [belajar] pengendalian inflasi," tuturnya.
"Jangan-jangan ada DNA khusus yang harus dimiliki oleh para ASN sehingga bisa melayani, bekerja cepat, bisa terus berubah. Pendidikan mungkin jadi tambahan," lanjutnya.
Untuk itu, Zudan mengusulkan pembentukan Badan Talenta Nasional untuk merekrut calon ASN yang memiliki keahlian di bidang lain dalam rangka reformasi birokrasi.
"Bapak Presiden, yang perlu dipertimbangkan di dalam Badan Talenta Nasional atau apa pun namanya. Jadi ini dari Korpri dalam rapat kerja ini mulai memikirkan reformasi birokrasi ke depan, membangun birokrasi yang kuat," pungkasnya.
