Korsel Darurat Banjir, Presiden Yoon Minta Penanganan Bencana Dirombak

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
KoPetugas penyelamat ikut dalam operasi pencarian dan penyelamatan di dalam underpass yang terendam banjir akibat hujan deras di Cheongju, Korea Selatan, Minggu (16/7/2034). Foto: Yonhap/via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
KoPetugas penyelamat ikut dalam operasi pencarian dan penyelamatan di dalam underpass yang terendam banjir akibat hujan deras di Cheongju, Korea Selatan, Minggu (16/7/2034). Foto: Yonhap/via REUTERS

Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk-yeol pada Selasa (18/7) akan merombak sistem penanganan bencana. Langkah itu diambil usai banjir besar menghantam Korsel pada awal pekan ini.

Hujan deras berujung banjir terjadi sejak pekan lalu. Bencana tersebut menyebabkan lebih dari 40 orang kehilangan nyawa.

Sebanyak 14 korban jiwa ditemukan di sebuah underpass yang tergenang banjir.

Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol (tengah) mengunjungi sebuah desa terdampak tanah longsor, di Yecheon, Korea Selatan, Senin (17/7/2023). Foto: Yonhap/AFP

Lantaran banyaknya korban jiwa dan dampak buruk yang muncul setelah banjir, Yoon segera mengumpulkan anggota kabinet demi membahas penanganan banjir.

"Perubahan iklim menyebabkan bencana alam ekstrem," kata Yoon kepada kabinetnya seperti dikutip dari Reuters.

"Kami tidak bisa merespons cuaca abnormal yang tak pernah terjadi dengan cara yang dilakukan saat ini," sambung dia.

Yoon mendesak seluruh pejabat terkait memakai semua sumber untuk memulihkan kondisi.

"Situasi saat ini darurat," tutur Yoon.