Korsel Habiskan Rp 3,5 T demi KTT APEC 2025 di Gyeongju, Undang PSY hingga Hwasa
·waktu baca 3 menit

Pemerintah Korea Selatan mengalokasikan anggaran sebesar 300 miliar won atau sekitar Rp3,5 triliun untuk menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) 2025.
KTT yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober hingga 1 November 2025 itu digelar di kota Gyeongju, provinsi Gyeongsangbuk-do.
“Anggaran tersebut mencakup pembangunan pusat media, renovasi Kompleks Bowoon dan Haikou, serta fasilitas pendukung seperti pencahayaan malam,” kata Direktur Kantor Persiapan dan Dukungan APEC 2025, Jang Ho Park, saat menerima kunjungan 14 jurnalis Indonesia dalam program Indonesia Next Generation Journalist Network on Korea (IKJN) FPCI di Gyeongju, Kamis (22/5).
Anggaran tersebut belum termasuk pembenahan infrastruktur skala kota yang dilakukan di Gyeongju maupun bandara utama Korea Selatan.
Park menegaskan, “Bandara, jalan tol, dan area kota akan ditata ulang. Banyak dana tambahan akan digunakan untuk mendukung citra Korea yang bersih dan modern, meski tak tercatat sebagai anggaran langsung.”
Kawasan HICO (Gyeongju Hwabaek International Convention Center) akan menjadi lokasi utama konferensi.
Para jurnalis Indonesia berkesempatan melihat secara langsung tempat penyelenggaraan APEC.
Gedungnya direnovasi selama tiga bulan agar tampil selaras dengan kemegahan forum ekonomi terbesar di Asia Pasifik tersebut.
Mereka pun membangun pusat media berkapasitas 4.000 jurnalis yang dilengkapi teknologi tinggi untuk peliputan global.
Tak hanya urusan diplomasi dan ekonomi, Korsel juga menjadikan APEC Summit 2025 sebagai panggung budaya.
Mulai 100 hari sebelum puncak acara, rangkaian konser K-pop akan digelar, dimulai pada 9 Juni 2025.
“PSY, Hwasa, dan GOD sudah dikonfirmasi. Kami juga berusaha mengundang BTS, Aespa, dan Rose agar peserta dari seluruh dunia bisa menikmati budaya Korea secara langsung,” ujar Park.
Gyeongju National Museum dipilih sebagai tempat jamuan kenegaraan para pemimpin dunia.
Di sana akan ditampilkan enam mahkota emas dari era Dinasti Silla dan Kaya, termasuk satu mahkota yang biasanya tersimpan di museum di luar kota dan dikumpulkan khusus untuk pameran ini.
Sebanyak 12 hotel di sekitar Kompleks Bowoon telah disiapkan untuk akomodasi delegasi, dengan 12.000 kamar tersedia dan 35 di antaranya merupakan suite room untuk para kepala negara.
Park menyebutkan semua fasilitas dirancang agar memenuhi standar internasional dan menjamin kenyamanan peserta.
Selain itu, Gyeongju Expo Square akan menjadi lokasi pameran industri masa depan Korea, termasuk teknologi mobilitas, digitalisasi, dan kecerdasan buatan (AI).
Agenda ini menjadi bagian dari tema besar KTT APEC 2025, yakni “Membangun Masa Depan Berkelanjutan” dengan tiga fokus: Connect, Innovate, Prosper.
“Melalui konektivitas fisik, sistemik, dan sumber daya manusia, kami ingin mempererat integrasi kawasan.
Dalam aspek inovasi, Korea akan mendorong solusi terhadap kesenjangan digital dan perubahan demografi.
Dan pada bagian prosperity, kita akan cari cara bersama agar pembangunan ekonomi tetap berkelanjutan,” ujar Park.
Sekitar 20 ribu peserta dari 21 negara anggota APEC diperkirakan akan hadir di Gyeongju—kota bersejarah yang pernah menjadi ibu kota Dinasti Silla selama seribu tahun dan kini menjadi simbol pertemuan antara tradisi dan inovasi.
Park menutup penjelasannya dengan menyinggung partisipasi warga lokal dalam proyek bertajuk K-Miso City, sebuah inisiatif untuk menjadikan Gyeongju sebagai kota ramah budaya dan teknologi.
“Kami libatkan 800 relawan warga. Tujuannya bukan sekadar menyelenggarakan forum, tapi menyambut dunia dengan keramahan yang mengakar,” ucapnya.
