Korut Curi Cryptocurrency dari Korsel Senilai Miliaran Won

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Bitcoin (Foto: REUTERS/Dado Ruvic)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bitcoin (Foto: REUTERS/Dado Ruvic)

Walau diganjar sanksi, Korea Utara masih dapat terus memperkaya diri dan mengembangkan program nuklir mereka. Menurut Korea Selatan, salah satu cara yang dipakai Korut untuk menambah pemasukan adalah mencuri cryptocurrency atau mata uang digital.

Hal ini diungkapkan oleh pejabat Badan Intelijen Nasional Korsel (NIS) seperti dikutip dari Korea Herald, Senin (5/2), dalam rapat dengan anggota dewan. Menurut NIS, Korut mencuri cryptocurrency seperti Bitcoin dengan cara meretas komputer warga Korsel.

Korut menggunakan cara phishing, yaitu dengan mengirim email palsu untuk memancing sasarannya membuat tautan yang tersedia di dalamnya. Tautan adalah berisi alat peretasan yang mampu mendapatkan nomor rahasia korban.

"Cryptocurrency senilai miliaran won telah dicuri tahun lalu," kata NIS kepada anggota dewan Korut di Seoul.

Tidak disebut angka pasti yang dicuri. Sebagai gambaran "miliaran" yang dimaksud, 1 miliar won dalam cryptocurrency mencapai Rp 12,5 miliar.

Replika Misil Korea Utara di Memorial Perang Korea (Foto: Jung Yeon Je/AFP)
zoom-in-whitePerbesar
Replika Misil Korea Utara di Memorial Perang Korea (Foto: Jung Yeon Je/AFP)

Cara ini adalah satu lagi metode Korut menambah pundi kas negara mereka. Pasalnya perekonomian Korut tengah terlilit sanksi dan embargo akibat sikap mereka yang menolak tunduk pada resolusi PBB soal program nuklir.

NIS juga menyebutkan, hacker Korut juga mencoba untuk membobol lembaga-lembaga yang bertugas di bidang pengadaan alat pertahanan dan kelompok-kelompok aktivis HAM Korut di Korsel.

NIS juga memprediksi Korut akan segera melakukan uji nuklir lainnya. Menurut NIS, Tunnel 3 di pusat nuklir Pynggye-ri Korut telah siap untuk melakukan uji coba kapan pun.

Sementara Tunnel 2 diabaikan sejak uji nuklir keenam pada September tahun lalu. Pembangunan tengah dilakukan di Tunnel 4, kata NIS.

Tunnel merujuk pada terowongan bawah tanah yang digunakan Korut untuk menguji nuklir mereka. Pengujian nuklir Korut Desember lalu menyebabkan gempa kecil yang terasa hingga Korsel.