Korut Gunakan Truk Peluncur Rudal dari China

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Truk militer asal China di peluncuran rudal Korut (Foto: KCNA/via REUTERS )
zoom-in-whitePerbesar
Truk militer asal China di peluncuran rudal Korut (Foto: KCNA/via REUTERS )

Korea utara terlihat menggunakan truk buatan China dalam peluncuran rudal terakhirnya, Selasa (4/7) pagi tadi. Padahal, sejak 2006 lalu, Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) telah melarang seluruh negara di dunia mengirim maupun menjual segala bentuk peralatan militer ke negara pimpinan Kim Jong Un itu.

Televisi berita nasional Korut, Korea Central News Agency (KCNA), menunjukkan foto-foto sebelum peluncuran rudal yang memperlihatkan sebuah truk besar dengan cat kamuflase militer di pangkalan udara Banghyon.

Salah seorang anggota panel sanksi PBB yang tak mau disebutkan namanya, mengatakan pada Reuters bahwa kemungkinan truk tersebut diubah dari truk pengangkut kayu sebelum 2012 lalu.

Kemunculan truk buatan China ini tentu saja menyajikan permasalahan lain yang berada di pusaran konflik nuklir Korea Utara. Selain perkara pengembangan yang tak henti-hentinya oleh negara militeristik di Semenanjung Korea tersebut, dunia ternyata juga masih kecolongan dalam pengawasan masalah pasokan barang-barang dukungan dari negara lain terhadap Korut.

Voting resolusi Dewan Keamanan PBB. (Foto: AP Photo/Bebeto Matthews)
zoom-in-whitePerbesar
Voting resolusi Dewan Keamanan PBB. (Foto: AP Photo/Bebeto Matthews)

Sejak 2006, PBB telah melarang negara-negara yang tergabung di dalamnya mengirim peralatan militer ke Korut. Meski begitu, larangan ini kerap diakali dengan perizinan palsu yang menyebut sebuah peralatan dikirimkan untuk keperluan sipil, bukan militer.

Ini pulalah yang terjadi pada truk peluncur rudal Korut Selasa tadi. Truk tersebut diimpor dari China dan --bersumber dari data PBB-- disebut oleh Kementerian Luar Negeri Korut untuk keperluan sipil, lebih detailnya adalah untuk truk pengangkut kayu.

China sendiri adalah partner perdagangan terbesar Korut selama ini. Negara Naga Merah itu juga merupakan salah satu negara aliansi terbesar Korut. Pasokan peralatan militer China ke Korut tersebut, meski disayangkan, tak begitu mengherankan.

Walau demikian, China, yang menjadi bulan-bulanan di kampanye Trump dulu, terus mendapatkan tekanan meningkat dari Presiden Amerika Serikat itu. Trump mengatakan bahwa China seharusnya bisa menepati perannya sebagai salah satu anggota tetap Dewan Keamanan PBB. Ia menuntut China mengakhiri kelakuan babil tetangganya itu.

X post embed

X post embed

Truk tersebut pertama kali terlihat digunakan Korut pada parade militer di tahun 2013. Waktu itu, truk tersebut digunakan untuk membawa dummy dari rudal balistik antarbenua Korut. Dalam dunia kemiliteran, truk serupa disebut dengan transporter-erector-launcher (TEL), merujuk pada fungsi kendaraan yang didesain untuk menggerakkan dan meluncurkan rudal balistik secara mobile. Karena kemampuannya yang dapat berpindah-pindah tempat, fungsi truk tersebut menjadi sangat penting di peperangan karena mampu membantu sebuah negara mengelabui pantauan satelit mata-mata dari negara lain.

Peluncuran rudal Korut. (Foto: REUTERS/Kim Hong-Ji)
zoom-in-whitePerbesar
Peluncuran rudal Korut. (Foto: REUTERS/Kim Hong-Ji)

Truk tersebut dijual oleh perusahaan China bernama Hubei Sanjiang Space Wanshan Sepcial Vehicle Company. Menolak tudingan terlibat, perusahaan tersebut dan pemerintah China sendiri memperlihatkan sertifikat yang diserahkan ke PBB yang menunjukkan bahwa enam truk buatan mereka diimpor Korut dengan tujuan mengangkut kayu hasil hutan.

Tahun ini, Korut juga menggunakan truk China lain untuk mengangkut Submarine-Launched Ballistic Missile (SLBM), rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam. Tahun lalu, Korut juga terlihat menggunakan truk China sebagai sistem artileri roket mereka. Keduanya terlihat memiliki logo perusahaan Sinotruk, yang mengaku tak mengetahui kendaraan yang diekspor mereka digunakan sebagai peralatan militer.