Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
29 Ramadhan 1446 HSabtu, 29 Maret 2025
Jakarta
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Koster Akan Temui Menteri PU Senin Depan, Bahas Nasib Tol Mengwi-Gilimanuk
12 Maret 2025 20:11 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Gubernur Bali I Wayan Koster berencana menemui Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo membahas nasib jalan tol Mengwi-Gilimanuk, yang sudah dicoret Presiden Prabowo dari Proyek Strategis Nasional (PSN).
ADVERTISEMENT
Koster berharap bisa bertemu Dody, Senin (17/3) mendatang.
"Untuk memastikan pola pembangunan ini, tanggal 17 titiang (saya) akan menghadap Bapak Menteri PU," katanya saat Rakor dengan Kepala Daerah se-Bali di Puspem Kabupaten Badung, Bali, Rabu (12/3).
Pada pertemuan dengan Doddy nanti, Koster sudah mempersiapkan skema pengerjaan tol itu melalui skema solicited, yakni proyek pembangunan infrastruktur pemerintah yang melibatkan pihak ketiga.
Dengan adanya pihak ketiga, Koster berencana melanjutkan pembangunan dengan sistem sharing dana antar pemerintah daerah atau melibatkan pengusaha.
"Dicabut dari PSN tapi jangan dulu pesimis. Pembangunan tidak berarti berhenti karena tidak masuk PSN. Banyak pembangunan berlangsung tanpa PSN," sambungnya.
Menurutnya, proyek jalan tol Mengwi-Gilimanuk mesti dilanjutkan untuk mengantisipasi kemacetan di Bali.
ADVERTISEMENT
"Harus kita tempuh apa pun juga, karena nggak ada pilihan lain. Tol Gilimanuk sudah harus diprioritaskan karena sudah macet total dan mengancam keselamatan karena sering kecelakaan," sambungnya.
Sementara itu, progres terakhir dalam pembangunan tol Mengwi-Gilimanuk masih pada groundbreaking, uji kelayakan dan pembebasan lahan milik Perusahaan Daerah (Perusda) di Pekutatan, Kabupaten Jembrana.
Padahal, Mantan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menargetkan konstruksi tol tuntas pada 2025 akhir.
Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Biro Pemkesra) Setda Provinsi Bali I Ketut Sukra Negara mengatakan masalah pembebasan lahan mestinya selesai pada akhir 2023 dan pengerjaan tol secara fisik dimulai tahun 2024. Luas lahan sekitar 1.100 hektare atau 96,8 kilometer.
"Pemerintah pusat belum sampaikan sampai saat ini (perkembangan pembangunan tol Gilimanuk-Mengwi). Kami juga belum dapat informasi yang pasti bagaimana kelanjutan proyek tol ini," katanya saat dihubungi, Selasa (3/10).
ADVERTISEMENT