Koster Geram Lihat Video Viral Tarian Joged Bumbung Jadi Erotis: Murahan!
·waktu baca 2 menit

Gubernur Bali Wayan Koster menyoroti tarian joged bumbung kerap dipentaskan secara erotis. Tarian tersebut bahkan direkam dan diviralkan di media sosial.
Menurut Koster, goyangan erotis tersebut tidak menghargai nilai artistik dan filosofi budaya Bali. Belakangan, nama tarian tersebut berubah menjadi joged ngebor, joged jaruh dan lain-lain.
Ia menilai hal tersebut melecehkan dan membuat citra kesenian Bali negatif. Koster menyebutnya dengan murahan.
"Konten joged porno atau joged jaruh beredar luas diunggah di media sosial Lebih parah lagi, kesenian Joged Bumbung yang sebelumnya diakui sebagai seni pertunjukan Bali yang bernilai estetika dan popularitas tinggi, belakangan ini terkesan sebagai kesenian murahan dan remeh temeh," kata dia dalam keterangan persnya.
Koster pun mengeluarkan Surat Edaran Nomor 6669 Tahun 2021 tentang perlindungan kesenian Bali. Ia meminta seluruh pihak menampilkan tarian joged bumbung dengan baik.
Terutama sanggar, hotel, pengelola hiburan dan influencer. Ia berharap tarian joged bumbung yang erotis tidak diunggah ke media sosial.
"Kepada pengelola dan penggiat media social, YouTuber, Instagram, dan sebagainya diminta tidak menyebarluaskan konten kesenian joged bumbung yang mengandung unsur pornografi atau porno aksi di platform media sosialnya," kata dia.
Ia juga meminta seluruh desa adat mengontrol, mengawasi dan menertibkan pementasan joged bumbung yang erotis.
“Untuk itu aparat yang berwenang, Bupati/Wali Kota, Lurah, Perbekal dan Bandesa Adat agar mengambil tindakan tegas dan langkah penertiban” kata dia.
Ia mengatakan, joged bumbung ini telah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO pada 2015 lalu.
