Koster Ungkap Luas Bali Menyusut 50 Km Akibat Abrasi Sejak 2017
·waktu baca 2 menit

Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan luas wilayah Pulau Dewata menyusut 50 kilometer dalam lima tahun belakangan. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh abrasi dan bencana alam lainnya.
Wayan mengatakan, luas wilayah Bali pada sekitar tahun 2017/2018 sekitar 5.646 kilometer persegi. Sementara itu pada tahun 2022/2023 menyusut menjadi 5.590,15 kilometer persegi.
"Saya perlu menyampaikan lima tahun lalu luas bali masih 5.646 kilometer persegi. Jadi kira-kira mengalami penurunan sekitar 50 kilometer persegi, ini akibat abrasi pantai dan bencana alam serta berbagai gejala alam lainnya," kata Koster dalam sidang paripurna ke-23 di Kantor DPRD Bali, Rabu (28/6).
Menurut Koster, abrasi ini tidak dipengaruhi oleh pembangunan usaha wisata di dekat pantai. Menurutnya, pembangunan area wisata telah dibatasi hingga sempadan pantai.
"Tidak juga itu (abrasi disebabkan pembangunan), karena ada pergeseran (erosi pantai)," katanya.
Koster berencana meminta Kementerian PUPR membangun penyangga atau senderan pantai mencegah abrasi lebih lanjut. Menurutnya, dari 633,20 kilometer panjang pantai, baru 30 persen yang dibangun senderan.
"Sekarang dari luasan pantai yang baru ditangani penyangga sedikit, terutama di Bali Selatan baru 30 persen," katanya.
Koster menambahkan, dengan luas wilayah tersebut, Bali terbagi menjadi 9 kabupaten/kota, 57 kecamatan, 716 desa/ kelurahan dan 1.493 desa adat.
Jumlah penduduk mencapai 4,3 juta. Tingkat laju pertumbuhan rendah, yakni rata-rata 1,01 persen. Sementara itu, tingkat kepadatan penduduk mencapai 773 per km persegi.
