Kota Bogor Kembali Terapkan Ganjil Genap Akhir Pekan Ini di Sekitar Istana

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ganjil Genap di Kota Bogor, Sabtu (20/2). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ganjil Genap di Kota Bogor, Sabtu (20/2). Foto: Dok. Istimewa

Satgas COVID-19 Kota Bogor kembali menerapkan kebijakan ganjil genap pada akhir pekan ini. Namun berbeda dengan kebijakan sebelumnya, ganjil genap kali ini hanya diberlakukan di sepanjang jalan SSA (Sistem Satu Arah) seputar Kebun Raya Bogor dan Istana Bogor.

"Ganjil genap akan kami berlakukan hanya di SSA (Sistem Satu Arah) tapi nanti hanya waktu-waktu tertentu dari jam 15.30 WIB sampai  17.30 WIB," kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo, Jumat (30/4).

Penerapan sanksi bagi pelanggar ganjil-genap di Kota Bogor. Foto: Dok. Istimewa

Susatyo menuturkan, ganjil genap kembali diterapkan untuk menekan mobilitas masyarakat terutama jelang jam buka puasa. Sebab hasil evaluasi di sepanjang jalan SSA mobilitas masyarakat sangat padat jelang jam buka.

"Karena itu tingkat tingginya mobilitas masyarakat jangka waktu itu. Jadi kita mulai dari hari Sabtu dan Minggu kita untuk memberlakukan SSA itu menggunakan ganjil genap hanya untuk dua jam," ucap dia.

SSA merupakan jalan yang mengelilingi Istana Bogor dan Kebun Raya Bogor. Jalur ini meliputi Jalan Pajajaran, Jalan Otista, Jalan Juanda, dan Jalan Harupat. Kendaraan dari luar kota atau dari berbagai wilayah kecamatan di Kota Bogor akan masuk ke jalur SSA.

Suasana saat penerapan ganjil genap di Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (8/2). Foto: Pemkot Bogor

Para petugas juga sudah mulai menutup arah Jalan Pajajaran. Sementara untuk mengantisipasi kepadatan arus, petugas akan mengalihkan ke jalur lain.

"Makanya kita sosialisasikan ya, hari ini dan hari Sabtu, Minggu kita akan mulai untuk membatasi cross antar Kecamatan. Karena sentral di SSA tersebut, dari utara ke timur, dari timur ke selatan sehingga kami batasi sehingga tidak menumpuk di satu titik pusatnya. Semua akan mengantisipasi buangan-buangan arus dari tempat tersebut," jelasnya.

kumparan post embed

Lebih lanjut, Susatyo mengatakan ganjil genap ini bagian dari Crowd Free Road (CFR) pembatasan. Hanya saja tidak diterapkan secara total melainkan membatasi kerumunan masyarakat.

Oleh sebab itu Satgas COVID-19 hanya menerapkan ganjil genap pada akhir pekan mulai 1-2 Mei. Sementara selanjutnya, pada 6-17 Mei akan ada penyekatan di batas kota.

"Enggak (sampai lebaran Idul Fitri), hanya Sabtu dan Minggu ini. Karena kami menganalisa Sabtu dan Minggu itu. Itu hanya kami ambil 2 jam dari jam 15.30 sampai 17.30.Ini hanya weekend besok saja karena weekend depan itu nanti sudah ada mulai ada operasi ketupat," pungkas dia.