Kota di China Tawarkan Warga Uang untuk Bantu Ungkap Sumber Wabah Corona

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas medis mengambil swab dari warga untuk pengujian COVID-19 di China. Foto: China Daily via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Petugas medis mengambil swab dari warga untuk pengujian COVID-19 di China. Foto: China Daily via REUTERS

Salah satu kota di China yang terdampak gelombang baru COVID-19, menawarkan warganya uang setara ribuan USD atau ratusan juta Rupiah. Hal itu bisa terwujud jika warga bisa memberi petunjuk pelacakan sumber wabah corona.

Saat ini China berhadapan dengan naiknya kasus COVID-19 di beberapa wilayah termasuk ibu kota Beijing. Meski hanya naik dua digit, jumlah itu membuat China kelabakan.

Pemerintah China jelang Olimpiade Musim Dingin tahun depan, menargetkan nihil kasus corona. Kebijakan ketat seperti pembatasan kegiatan, karantina sampai penutupan perbatasan diberlakukan.

Sejumlah warga melakukan swab COVID-19 di via REUTERS

Selain berbagai kebijakan itu, pejabat Kota Heihe di perbatasan dengan Rusia menjanjikan warganya uang senilai 100 ribu Yuan atau setara Rp 222 juta, bagi yang bisa memberikan informasi mengenai sumber corona.

"Demi mengungkap sumber wabah virus ini secepat mungkin serta mengetahui rantai penularan, perang rakyat untuk mencegah dan mengendalikan epidemi perlu dilakukan," kata Pemerintah Heihe seperti dikutip dari Reuters.

Pemerintah setempat turut meminta warga melaporkan penyelundupan, perburuan, hingga penangkapan ikan lintas batas. Mereka yang membeli barang impor secara online juga wajib segera disterilkan dan dikirim ke otoritas terkait untuk dites.

Pertumbuhan kasus corona kini membuat China benar-benar putar otak. Pasalnya, kenaikan kasus terjadi di 50 kota.

Beberapa ahli virologi dan profesor medis di China meminta pemerintah membuka data soal vaksinasi. Hal ini agar proses vaksinasi di seluruh China dapat dievaluasi.

Walau hampir setengah populasi di China divaksin COVID-19, efikasi vaksin buatan Negeri Tirai Bambu nyatanya masih di bawah vaksin buatan Negara Barat.