KPAI Dorong Asesmen Psikologi ke Siswa Selamat dari Kecelakaan Maut di Bekasi
·waktu baca 2 menit

Komisioner KPAI Retno Listyarti mendorong dilakukannya pemulihan psikologi terhadap siswa yang selamat atau sempat melihat kecelakaan maut truk kontainer yang terjadi di Kranji, Kota Bekasi.
”KPAI mendorong ada asesmen psikologi terhadap peserta didik yang selamat dan melihat kejadian teman-temannya di tabrak truk, bersimbah darah, dan lain-lain. Anak-anak tersebut berhak mendapatkan pemulihan psikologi," ujar Retno melalui keterangan tertulis, Kamis (1/9).
Retno juga mengatakan pihaknya mendorong sekolah-sekolah yang berada di pinggir jalan besar, di mana mobilitas kendaraan sangat tinggi, untuk memperoleh perhatian khusus. Khususnya saat waktu kedatangan dan kepulangan siswa.
”Sekolah juga bisa membuat SOP, misalnya terkait dengan anak-anak yang belum dijemput wajib menunggu di dalam halaman sekolah. Hal ini harus menjadi tanggung jawab bersama antar SKPD terkait di pemerintah kota atau pemerintah daerah. Semua ini dilakukan dalam upaya melindungi keselamatan peserta didik dan kepentingan terbaik bagi anak,” ucap Retno.
Sedangkan terkait terduga pelaku, KPAI mendorong perusahaan transportasi dari truk untuk bertanggung jawab terhadap rehabilitasi psikologi (pembiayaan), rehabilitasi kesehatan fisik, dan juga santunan bagi keluarga korban yang meninggal dunia sebagai bentuk tanggung jawab.
”KPAI [juga] mendorong pihak kepolisian mengusut tuntas kasus kecelakaan maut ini agar pelaku diproses hukum sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Apakah karena mesin atau rem, karena kelalaian ataukah karena kesengajaan, sopir juga harus diperiksa urinenya untuk memastikan bahwa sopir yang bersangkutan mengemudi dalam keadaan sehat/tidak,” pungkas Retno.
Kecelakaan maut yang terjadi di depan SDN Kota Baru II dan III Kranji, Bekasi itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB pada Rabu (31/8). Sebanyak 33 orang menderita luka-luka dan 10 orang meninggal dunia. Di antara korban tewas, sebagian besar merupakan siswa SD yang pada saat kejadian berada di sekitar depan pintu sekolah.
Sementara sopir truk sudah diamankan kepolisian. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kondisi rem truk baik-baik saja. Sehingga diduga kecelakaan terjadi karena sopir lalai.
