KPAI Minta Ikapi Tegur Penerbit Penyebar Konten Buku Menyimpang

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Buku anak yang mengandung unsur LGBT. (Foto: Dok.KPAI)
zoom-in-whitePerbesar
Buku anak yang mengandung unsur LGBT. (Foto: Dok.KPAI)

Beredarnya buku anak yang berjudul 'Balita Langsung Lancar Membaca' yang diduga berisi konten lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) mendapat perhatian khusus dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Agar kasus serupa tak terulang Komisioner KPAI Retno Listyarti mendorong Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) membantu memerangi penyebaran konten buku yang menyimpang.

"Kami meminta Ikapi memerangi ini dengan menegur para penerbit kalau terbitannya terindikasi unsur kekerasan, pornografi, dan radikalisme," ujar Retno di Kantor KPAI, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Kamis (28/12).

Konferensi Pers KPAI (Foto: Paulina/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Konferensi Pers KPAI (Foto: Paulina/kumparan)

Retno juga meminta pemerintah ikut berperan aktif mencegah peredaran buku yang berisi konten menyimpang.

"Kami juga mendorong pemerintah untuk segera membentuk Badan Perbukuan Nasional agar ada sistem kontrol buku yang beredar di Indonesia," ucapnya.

KPAI juga telah menelusuri penerbit dan penulis yang bertanggung jawab atas konten buku 'Balita Langsung Lancar Membaca' tersebut. Dari hasil penelusuran, KPAI menemukan Pustaka Widyatama merupakan anak perusahaan yang khusus menerbitkan buku-buku penunjang pelajaran, bahasa, dan anak.

"Bedasarkan penelusuran penerbit Pustaka Widyatama merupakan anak perusahaan dari Mutiara Media (Media Pressindo Group) yang khusus menerbitkan buku-buku penunjang pelajaran, bahasa, dan anak," kata Retno.

Buku anak yang mengandung unsur LGBT. (Foto: Dok.KPAI)
zoom-in-whitePerbesar
Buku anak yang mengandung unsur LGBT. (Foto: Dok.KPAI)

Selain itu, kata Retno, Intan Noviana selaku penulis buku adalah seorang penulis yang cukup produktif menulis buku anak-anak.

"Buku yang diterbitkan juga sudah banyak, seperti Belajar Membaca Tanpa Mengeja dan Sembilan Langkah dalam 9 Hari Anak Balita Lancar Membaca dengan Metode Tanpa Mengeja," ujar Retno.

Buku anak yang mengandung unsur LGBT. (Foto: Dok.KPAI)
zoom-in-whitePerbesar
Buku anak yang mengandung unsur LGBT. (Foto: Dok.KPAI)