Politik
·
25 Juli 2018 16:57

KPI Nilai Siaran TV Indonesia Masih Belum Berkualitas

Konten ini diproduksi oleh kumparan
KPI Nilai Siaran TV Indonesia Masih Belum Berkualitas (82345)
Hasil survei KPI periode 1 tahun 2018 (Foto: Dok. KPI)
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) telah mengeluarkan hasil survei Indeks Kualitas Program Siaran Televisi pada periode pertama tahun 2018 yang dilakukan pada bulan April. Secara umum indeks yang didapat dari delapan kategori program siaran televisi yang disurvei sebesar 2,84, yang berarti di bawah standar KPI sebesar 3,0.
ADVERTISEMENT
"Delapan kategori hasil indeksnya 2,84 menunjukkan belum berkualitas karena standar kami 3,00," kata Ketua Litbang KPI Andi Andrianto di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Rabu (25/7).
Sedangkan menurut Ketua KPI Yuliandre Darwis, berdasarkan survei tersebut ada empat kategori program yang lolos standar KPI.
"KPI baru menilai empat kategori program siaran yang dikategorikan sesuai dengan semangat Undang-undang Penyiaran Tahun 2002 yaitu program wisata budaya, religi, anak dan talk show, yang memenuhi standar kualitas KPI," ungkap Yuliandre Darwis.
Keempat kategori program tersebut masing-masing mendapat indeks di atas standar indeks KPI sebesar 3,0. Misalnya wisata budaya mendapatkan indeks KPI 3,21; anak mendapatkan indeks 3,7; lalu religi mendapatkan indeks 3,19; dan talk show mendapatkan indeks 3,01.
KPI Nilai Siaran TV Indonesia Masih Belum Berkualitas (82346)
Ilustrasi televisi. (Foto: Unsplash)
Sementara, empat kategori program lainnya tidak lolos standar indeks kualitas KPI. Seperti berita yang hanya mendapat indeks sebesar 2,98, infotainment sebesar 2,35, variety show sebesar 2,51, dan sinetron sebesar 2,41.
ADVERTISEMENT
"Empat program seperti berita, infotaiment, sinetron, dan veriety show belum memenuhi standar kualitas KPI. Kategori ini harus mendapat perhatian serius dari KPI, stasiun tv dan stakeholders yang lain yang terkait," terang Andre.
KPI juga menyebut empat kategori program di bawah indeks standar kualitas memiliki beberapa catatan. Siaran program berita di sejumlah televisi banyak yang belum berimbang.
"Berita indeksnya 2,98 tipis (hampir memenuhi standar). Menjadi catatan soal faktualitas, sebagian unsur berita ada unsur opini hiperbola dan menampilkan keadaan yang sensasional," terang Andi.
Sedangkan, pada kategori program infotaiment, variety show, dan sinetron masih dinilai memiliki unsur berlebihan dalam mengekspose privasi seseorang, kurang kepekaan sosial dan mengandung unsur kekerasan. Survei ini melibatkan 120 panelis ahli dari 12 perguruan tinggi di Indonesia.
ADVERTISEMENT