KPK Analogikan Beneficial Owner Perusahaan Mirip Genderuwo, Apa Maksudnya?
·waktu baca 2 menit

Ketua KPK, Setyo Budiyanto, membandingkan pemilik manfaat alias beneficial owner (BO) sebuah perusahaan dengan sosok hantu genderuwo.
Setyo menjelaskan, BO kerap dikenal sebagai sosok yang berada di balik layar sebuah perusahaan. Meski jarang tampil, dia mempunyai pengaruh yang besar.
"Pemilik manfaat ini bukan perusahaan, bukan ras, bukan juga badan hukum, tapi dia manusia yang berada di balik layar, orang-orang yang sembunyi dari perusahaannya, tapi dia punya pengaruh yang luar biasa," ujar Setyo dalam sambutannya di acara peluncuran Beneficial Owner Gateway di Kantor Kementerian Hukum, Senin (6/10).
Setyo lalu membandingkan kesamaan antara BO dengan genderuwo. Menurut dia, genderuwo dan BO sama-sama tak terlihat tetapi membuat orang-orang takut.
"Seringkali pejabat-pejabat itu takut sama genderuwo. Saya sampaikan gitu. Wujudnya enggak ada, tapi namanya menakutkan, kira-kira seperti itu," kata Setyo.
BO pun juga kerap tak muncul di depan banyak orang. Namun, dia bergerak melalui anak buahnya.
"Di samping-sampingnya mereka ini banyak pengikut-pengikutnya, banyak orang-orang yang memanfaatkan segala macam lah. Ada titip modal, investasi, titip pengaruh, dan lain-lain," jelas Setyo.
"Yang kemudian semakin memperkuat si pemilik manfaat untuk melakukan banyak tindakan-tindakan atau kegiatan-kegiatan yang luar biasa," sambungnya.
Oleh karenanya, Setyo menyambut baik adanya aplikasi Beneficial Owner Gateway yang bisa mendata BO di tiap-tiap perusahaan. Diharapkan, aplikasi ini dapat mempermudah penelusuran bila terjadi sebuah tindak pidana.
"Dari sisi pencegahan kita bisa lakukan untuk memfilter secara due diligence, ya kemudian juga kita bisa melakukan background check, ya. Orang akan semakin transparan, orang akan semakin bisa mempertanggungjawabkan bahwa ini memang perusahaannya," tutur Setyo.
