KPK Cek Kesaksian yang Singgung Iwan Bule hingga BG di Sidang Nurhadi

12 November 2020 19:06
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
KPK Cek Kesaksian yang Singgung Iwan Bule hingga BG di Sidang Nurhadi (471678)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gedung KPK Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
KPK memastikan mendalami kesaksian yang menyinggung nama-nama tenar dalam sidang kasus mafia peradilan yang menjerat eks Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono, di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Rabu (11/11).
ADVERTISEMENT
Dalam sidang yang mendengar kesaksian Direktur PT Mitra Abadi Rahardja, Hengky Soenjoto, disinggung nama eks Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol (Purn) Mochamad Iriawan alias Iwan Bule; Kepala BIN, Jenderal Pol Budi Gunawan; Sekretaris Kabinet, Pramono Anung; dan eks Ketua DPR, Marzuki Alie.
Adapun Hengky merupakan kakak Dirut PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT), Hiendra Soenjoto, yang merupakan penyuap Nurhadi.
"Tentu (KPK mengusut munculnya nama-nama itu). Jaksa penuntut umum akan mengonfirmasi keterangan tersebut kepada saksi-saksi lain yang akan dipanggil pada sidang-sidang berikutnya. Selanjutnya akan dianalisa lebih lanjut dalam surat tuntutan," ujar Plt juru bicara KPK, Ali Fikri, kepada wartawan, Kamis (12/11).
KPK Cek Kesaksian yang Singgung Iwan Bule hingga BG di Sidang Nurhadi (471679)
zoom-in-whitePerbesar
Plt juru bicara KPK, Ali Fikri, saat memberikan keterangan pers di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (10/3). Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
Ali mengajak masyarakat untuk tetap mengawal sidang kasus Nurhadi yang diduga menerima Rp 45.726.955.000 dari Hiendra terkait pengurusan perkara PT MIT serta gugatan perbuatan melawan hukum. Selain itu, Nurhadi juga didakwa menerima gratifikasi Rp 37.287.000.000 terkait pengurusan sejumlah perkara.
ADVERTISEMENT

Nama Iwan Bule dan BG Disinggung

Dalam kesaksiannya, Hengky menyebut Hiendra pada 2015 pernah meminta tolong agar dihubungkan dengan Iwan Bule dan Budi Gunawan agar dibebaskan dari tahanan. Saat itu, Hiendra disebut terjerat masalah hukum dan sempat ditahan di Polda Metro Jaya.
Mengenai permintaan tolong ke Iwan Bule, Hengky menyebut Hiendra memintanya agar menghubungi tokoh dari Madura yang dinilai dekat dengan Ketum PSSI itu.
"Waktu itu sempat ada masalah di Polda, kemudian Hiendra sampai ditahan di Polda. Saya baru bantu adik saya karena posisi beliau di penjara. Saya diminta sama Hiendra menghubungi beberapa orang, termasuk ada yang namanya Pak Haji Bakrie, dia (Bakrie) tokohnya orang Madura, beliau (Bakrie) kan dekat sama Iwan Bule, ya, sebagai Kapolda," kata Hengky seperti dikutip dari Antara.
KPK Cek Kesaksian yang Singgung Iwan Bule hingga BG di Sidang Nurhadi (471680)
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum PSSI, Komjen M Iriawan (Iwan bule) saat ditemui kumparan di kawasan Monas. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Namun Hengky tak mengetahui kasus apa yang menjerat Hiendra sehingga membuatnya menjadi tahanan di Polda Metro Jaya. Meski demikian, Hengky menyatakan kasus itu dilaporkan Azhar Umar.
ADVERTISEMENT
Adapun merujuk dakwaan jaksa KPK, saat itu Azhar mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum terhadap Hiendra di PN Jakarta Pusat (Jakpus) pada 5 Januari 2015 tentang akta RUPSLB PT MIT dan perubahan komisaris PT MIT yang didaftarkan pada tanggal 13 Februari 2015.
Selain berharap kepada Iwan Bule, Hiendra juga menyarankan kepada Hengky untuk meminta tolong kepada Budi Gunawan.
KPK Cek Kesaksian yang Singgung Iwan Bule hingga BG di Sidang Nurhadi (471681)
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan. Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro
"Jadi, Pak Hiendra cerita kalau Pak Nurhadi kenal sama Pak BG, Budi Gunawan, ya, Pak. Jadi saya suruh sampaikan saja, jadi itu cuma minta tolong, ya, Pak," ucap Hengky.
Meski demikian, Hengky menyatakan tak ada respons dari pihak-pihak yang dimintai tolong, termasuk Iwan Bule dan Budi Gunawan. Sebab Hiendra tetap dipenjara.
"Setelah itu, ya, sudah tidak ada beritanya, Sampai akhirnya adik saya pelimpahan P-21 di kejaksaan divonis menjalani hukuman," kata Hengky.
ADVERTISEMENT

Muncul Nama Marzuki Alie dan Pramono Anung

Saat sidang tersebut, muncul pula nama Marzuki Alie dan Pramono Anung. Kedua nama itu muncul ketika jaksa KPK membacakan BAP Hengky.
Dalam BAP, Hengky mengaku pernah diminta Hiendra agar meminta bantuan ke Marzuki Alie dan Pramono Anung sehingga penahanan adiknya itu ditangguhkan.
Selain itu, masih menurut BAP, Hengky mengaku pernah diminta Hiendra agar meminjam uang ke Marzuki Alie untuk mengurus kasus hukum.
"Saya bacakan BAP nomor 52. Saudara menjelaskan 'awalnya antara Hiendra Soenjoto dan Marzuki Alie sangat dekat, tapi setelah Hiendra Soenjoto melawan Azhar Umar, saya pernah dimintai tolong oleh Hiendra agar disampaikan kepada Marzuki Alie agar disampaikan ke Pramono Anung, Menteri Sekretaris Negara saat itu, agar penahanan Hiendra ditangguhkan'," kata jaksa KPK, Wawan Yunarwanto.
KPK Cek Kesaksian yang Singgung Iwan Bule hingga BG di Sidang Nurhadi (471682)
zoom-in-whitePerbesar
Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengikuti rapat kerja bersama Komisi II DPR di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (13/11/2019). Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
"Yang kedua, saya disuruh Hiendra untuk menawarkan cessie atau surat pembayaran utang dari UOB sebesar Rp 110 miliar dengan imbalan nanti Marzuki Ali masuk menggantikan Azhar Umar menjadi Komisaris PT MIT. Akan tetapi, setelah disampaikan Marzuki Ali, tidak punya uang sebanyak itu," lanjut jaksa Wawan.
ADVERTISEMENT
Jaksa Wawan menambahkan, berdasarkan BAP tersebut, Hengky beberapa waktu kemudian memberikan opsi lain kepada Marzuki Alie yakni meminjam uang sekitar Rp 6-7 miliar.
"Yang akan digunakan untuk mengurus perkaranya Hiendra Soenjoto dengan imbalan akan dihitung sebagai penyertaan modal atau saham di PT MIT, jadi betul uangnya untuk urus perkara?" tanya jaksa Wawan.
"Betul, tapi sebenarnya tidak ada perkara yang diurus, tapi Hiendra utang dengan Pak Marzuki Ali untuk mengurus perkara yang lain. Tapi akhirnya Pak Marzuki tahu uangnya bukan untuk mengurus perkara, karena Pak Hiendra mengatakan perkara UOB dan MIT itu diurus Rezky dan Pak Nurhadi," jawab Hengky.
KPK Cek Kesaksian yang Singgung Iwan Bule hingga BG di Sidang Nurhadi (471683)
zoom-in-whitePerbesar
Marzuki Alie usai diperiksa KPK. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Hengky menyebut, Marzuki Alie akhirnya meminjamkan uang Rp 6 miliar kepada Hiendra pada 2017. Namun Marzuki Alie disebut marah ke Hiendra lantaran uang yang dipinjamkan tidak dipakai untuk pengurusan perkara.
ADVERTISEMENT
"Pak Marzuki Alie akhirnya marah, bahkan ingin minta bertemu dengan Pak Nurhadi kalau uang itu tidak dikembalikan. Akhirnya Hiendra mengaku uangnya dipakai untuk kebutuhan pribadi dan bukan untuk pengurusan perkara," kata Hengky.
Menurut Hengky, uang pinjaman dari Marzuki Alie digunakan Hiendra untuk mengembalikan utang kepada Hengky sebesar Rp 1,5 miliar, menyewa lahan sebesar Rp 1 miliar, dan sisanya untuk keperluan lain, termasuk biaya perkara hukum dengan kurator.
"Saya tidak tahu perkara apa saja, karena Hiendra banyak perkaranya. Akan tetapi, karena dalam perkara UOB dengan MIT diputuskan bahwa MIT pailit dan untuk meredam kemarahan Pak Marzuki, akhirnya (Hiendra) dirikan perusahaan namanya Intercom," ungkap Hengky.
KPK Cek Kesaksian yang Singgung Iwan Bule hingga BG di Sidang Nurhadi (471684)
zoom-in-whitePerbesar
Marzuki Alie penuhi panggilan KPK Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Selanjutnya, kata Hengky, Hiendra memberikan saham kepada Marzuki 45 persen dan 55 persen Hiendra yang diatasnamakan Toto dan Hotma. Sebab Hiendra tidak mau namanya masuk ke perusahaan.
ADVERTISEMENT
Setelah berjalan beberapa lama, kata Hengky, Marzuki Alie akhirnya menguasai seluruh kepemilikan saham PT Intercom.
"Sampai ribut-ribut karena Pak Hiendra berulang kali diminta untuk mengembalikan uang tetapi tidak mau. Hingga pada akhirnya Pak Marzuki Alie ambil alih semua saham itu beberapa tahun kemudian karena Hiendra tidak bisa mengembalikan utang kepada Marzuki Alie," kata Hengky.
KPK Cek Kesaksian yang Singgung Iwan Bule hingga BG di Sidang Nurhadi (471685)
zoom-in-whitePerbesar
Tersangka penyuap eks Sekretaris MA Nurhadi, Hiendra Soenjoto. Foto: Facebook/ @Hiendra Soenjoto
Menurut Hengky, Marzuki Alie terus memantau perkara antara UOB dengan MIT sampai akhirnya mengetahui MIT kalah di kasasi MA.
"Dia (Marzuki Alie) marah di WA, jadi saya chat untuk meredam Pak Marzuki agar tidak marah, karena setiap hari dia memonitor. Dia (Marzuki Alie) tipe orang yang susah memberikan uang, jadi kalau memberikan uang, dia monitor terus. Saya diminta Hiendra untuk kirim balasan chat ke Pak Marzuki Alie," tutup Hengky.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020