KPK Dalami Peran Steffy Burase di Proyek Dana Otonomi Khusus Aceh 2018

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Steffy Burase  (Foto: Zuhri Noviandi/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Steffy Burase (Foto: Zuhri Noviandi/kumparan)

KPK tengah mendalami peran dari teman dekat Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf, Fenny Steffy Burase dalam sejumlah proyek Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018. Hal ini didalami penyidik dari pemeriksaan 16 saksi pada Senin (13/8) kemarin.

"KPK menggali keterkaitan sejumlah proyek dengan saksi Steffy Burase yang telah beberapa kali diperiksa KPK di Jakarta sebelumnya," ujar juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (14/8).

Juru bicara KPK, Febri Diansyah (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Juru bicara KPK, Febri Diansyah (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)

Dalam pemeriksaan itu, Febri menjelaskan penyidik tengah menggali lebih jauh mengenai peran dan perintah Irwandi dalam sejumlah proyek DOKA 2018 dan dugaan penerimaan aliran dana yang diterima Irwandi dalam proyek itu.

"Penyidik mendalami dugaan peran dan perintah tersangka IY (Irwandi Yusuf) serta penerimaan-penerimaan lain yang terkait dengan proyek-proyek Aceh Marathon dan proyek lain di Aceh," jelas Febri.

Mantan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta (138). (Foto: Nadia K. Putri)
zoom-in-whitePerbesar
Mantan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta (138). (Foto: Nadia K. Putri)

Untuk mendalami aliran dana itu, Febri menjelaskan, tim penyidik tengah mencermati sejumlah bukti baru. Bukti baru itu dapat digunakan KPK untuk menelusuri pihak-pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan suap DOKA 2018.

"KPK sedang mencermati bukti-bukti baru tentang aliran dana lain terkait sejumlah proyek di Aceh," kata Febri.

KPK pada hari ini juga kembali memeriksa 13 saksi di aula Diskrimsus Polda Aceh.13 saksi itu terdiri dari 11 ketua kelompok kerja (pokja), swasta, hingga staff Kementerian PUPR.

Bupati Bener Meriah Ahmadi (kiri) bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (6/7). (Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
zoom-in-whitePerbesar
Bupati Bener Meriah Ahmadi (kiri) bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (6/7). (Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Dalam kasus ini, Irwandi diduga menerima suap sebesar Rp 500 juta dari Bupati Bener Meriah, Ahmadi. Penyerahan uang itu diduga dilakukan melalui dua orang bernama Syaiful Bahri dan Hendri Yuzal.

Ahmadi diduga memberikan uang itu sebagai ijon proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari DOKA 2018. Namun kemudian praktik rasuah ini terungkap dari OTT yang dilakukan oleh KPK pada awal Juli lalu.

Dalam OTT itu, KPK mengamankan sekitar 9 orang, termasuk Ahmadi dan Irwandi. Selain itu, KPK juga menyita sejumlah bukti berupa uang senilai Rp 50 juta, bukti transaksi perbankan, serta catatan proyek.

KPK kemudian menetapkan 4 orang sebagai tersangka. Irwandi bersama Syaiful Bahri dan Hendri Yuzal ditetapkan sebagai pihak yang diduga menerima suap. Sementara Ahmadi ditetapkan sebagai pihak yang diduga memberikan suap.

Sementara Steffy Burase selain menjadi teman dekat Irwandi juga berperan penting dalam proyek Aceh Marathon 2018, karena diangkat sebagai tenaga ahli. Aceh Marathon merupakan salah satu proyek yang menggunakan DOKA 2018.