kumparan
15 Jan 2019 16:27 WIB

KPK Diberi "Pil Kuat" Agar Tak Gentar Hadapi Teror

Aksi '#SaveKPK' di depan Gedung KPK, Jakarta, Selasa (15/1/2019). (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
Sejumlah massa mendatangi KPK guna memberikan dukungan kepada lembaga anti-rasuah itu. Aksi tersebut tak terlepas dari dugaan teror terhadap pimpinan KPK Agus Rahardjo dan Laode Syarif.
ADVERTISEMENT
Massa berasal dari koalisi masyarakat antikorupsi yang terdiri dari perwakilan pihak ICW, Kontras, YLBHI, dan lainnya. Mereka tampak membawa sejumlah spanduk dukungan untuk KPK. Mulai dari "Save KPK" hingga "We Are Guardian of KPK". Massa juga membawa "Pil Kuat Bagi KPK" sebagai simbol agar KPK kuat dalam menghadapi teror.
Mereka melakukan aksi untuk mendukung KPK yang sedang dirundung teror. Mulai dari kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan yang sudah setahun lebih tak terungkap, hingga yang paling baru teror terhadap dua pimpinan KPK.
(Dari kiri ke kanan) Alexander Marwata, Laode M. Syarif, Basaria Panjaitan, Abraham Samad, Novel Baswedan di Aksi '#SaveKPK' di depan Gedung KPK, Jakarta, Selasa (15/1/2019). (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
Massa diterima langsung oleh tiga pimpinan KPK, yakni Laode Syarif, Alexander Marwata, hingga Basaria Panjaitan. Penyidik senior Novel Baswedan dan Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo.
"Kami mengucapkan terima kasih atas segala dukungan dan berharap bahwa kerja kami untuk memberantas korupsi tidak berhenti dengan teror teror seperti itu. Demi bangsa, kami siap melanjutkan kerja kerja pemberantasan korupsi," kata Syarif di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (15/1).
ADVERTISEMENT
Syarif menyatakan bahwa hingga kini KPK masih percaya akan kinerja pihak kepolisian dalam menemukan pelaku teror itu. "Kami yakin bahwa penegak hukum khususnya kepolisian sedang bekerja keras untuk mengungkap teror baik kepada staf KPK atau kepada pimpinan KPK dan mudah-mudahan dalam waktu sangat dekat akan disampaikan hasilnya," ujar dia.
Novel Baswedan (tengah) di Aksi '#SaveKPK' di depan Gedung KPK, Jakarta, Selasa (15/1/2019). (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
Terkait kasus Novel, Polri sudah membentuk tim khusus dalam penanganannya. Tim tersebut juga melibatkan pakar serta penyidik dan penyelidik KPK.
"Kami tetap yakin dan diberikan kepastian oleh pimpinan polri bahwa semua insiden atau teror yang dialami pimpinan KPK dan seluruh staf KPK akan dilakukan secara serius oleh karena itu maka ada tim yang baru dibikin, dan ada beberapa penyidik dan penyelidik yang ada di dalam tim tersebut," ucap Syarif.
Aksi '#SaveKPK' di depan Gedung KPK, Jakarta, Selasa (15/1/2019). (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
Mantan komisioner KPK Abraham Samad yang juga hadir dalam acara itu aksi teror penting untuk segera diungkap. Sebab, teror dinilai akan terus berulang bila tidak segera diungkap.
ADVERTISEMENT
"Sekali lagi saya ingin menegaskan saya sudah berulang kali nyatakan bahwa bila kasus yang menimpa Novel tak terungkap maka kemungkinan besar teror itu akan menimpa pimpinan KPK lainnya," kata Samad.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan