KPK Gelar PAKU Integritas, Kali Ini bagi Pejabat Kemenkes dan Pasangannya
ยทwaktu baca 3 menit

KPK kembali menggelar program penguatan antikorupsi penyelenggara negara berintegritas (PAKU Integritas). Kali ini, dilakukan terhadap penyelenggara negara di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) beserta pasangannya masing-masing.
"Kali ini KPK mengundang Kementerian Kesehatan. Sebagaimana teman-teman ketahui Kemenkes anggarannya termasuk besar terlebih untuk mengatasi pandemi, saya kira untuk pemulihan pandemi ini lebih dari Rp 100 triliun anggarannya dialokasikan pemerintah," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers, Selasa (26/10).
Alex mengatakan, kegiatan ini merupakan penguatan nilai antikorupsi untuk mengingatkan kembali amanat dan sumpah jabatan yang telah penyelenggara negara emban.
"Salah satu bunyi sumpah itu saya yakin mengandung nilai integritas kejujuran untuk menduduki jabatan," kata Alex.
Tak hanya penyelenggara negara saja, pasangannya pun ikut dihadirkan dalam penguatan nilai antikorupsi dan integritas ini. Sebab, pasangan dinilai memiliki peran penting dalam menjaga suami atau istrinya untuk tidak korupsi.
"Dalam kesempatan ini KPK mengajak para pejabat dan pasangannya, karena kami melihat peran penting dari pasangan baik suami atau istri dalam melakukan pendampingan atau pengawasan pasangan yang menduduki jabatan di Kemenkes," kata Alex.
"Mengingatkan misalnya ada godaan-godaan tertentu ada gratifikasi dan lainnya, kan rata-rata gratifikasi sifatnya tunai, nah ibunya kalau menerima tunai ini bisa menanyakan ini uang apa karena kalau gaji selalu ditransfer," sambung dia.
Alex berharap nantinya pasangannya maupun keluarga menjadi tameng pejabat negara untuk tidak melakukan korupsi.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir sejumlah pejabat Kemenkes. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Sekjen Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha, beserta pasangan masing-masing mengikuti secara daring, karena masih menjalani karantina.
Hadir secara langsung adalah Wakil Menteri Dante Saksono Harbuwono dan jajaran eselon 1 Kemenkes mulai dari Inspektur Jenderal, Dirjen Pelayanan Kesehatan, Plt. Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan.
Lalu ada Plt. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Plt. Dirjen Kesehatan Masyarakat, Plt. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, dan Plt. Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan beserta pasangan masing-masing.
Dalam konferensi pers, Dante mengungkapkan mendapatkan sejumlah masukan dari KPK terkait dengan program di Kemenkes. Baik untuk perbaikan maupun peningkatan.
"Kami menerima masukan dari KPK terkait program yang ada di Kemenkes, yang tadi disebutkan pak Alex, kami mempunyai anggaran yang besar, dan anggaran yang besar itu harus bisa diberdayakan dan dipertanggungjawabkan untuk masyarakat banyak," kata dia.
Terkait program PAKU Integritas, dia menyebutkan ada tiga nilai yang diraih dalam pembekalan KPK itu. Yakni pimpinan harus menjadi contoh bagi penerapan integritas; membangun sistem yang terorganisir dengan baik; dan pertanggung jawaban kerja.
"Apa yang kami diskusikan pada hari ini suatu yang berharga di Kemenkes untuk melakukan perubahan," kata dia.
Sementara, hadir pula istri dari Dante, Mutiara Yasmin, menceritakan sejumlah hal yang diterima dalam pembekalan PAKU Integritas. Dia menyebut, salah satu yang ditekankan adalah pentingnya keluarga untuk bisa menjaga penyelenggara negara terhindar dari korupsi.
"Ini sangat penting sekali terutama tadi di bagian sharing section untuk pasangan, kami diingatkan kembali untuk menjadi pengingat bagi pasangan kami untuk menjalankan amanah bagi negara ini," kata dia.
"Karena semuanya korupsi maupun tidak korupsi berakar dari pengalaman 9 antikorupsi di dalam keluarga. Di situ ditekankan pentingnya pasangan menerapkan nilai antikorupsi kepada keluarga terutama anak-anak," pungkas dia.
