KPK Gelar 'PAKU Integritas': Pembekalan Integritas untuk Pejabat dan Istri

KPK menyelenggarakan program Penguatan Antikorupsi Penyelenggara Negara Berintegritas (PAKU Integritas) untuk para Penyelenggara Negara di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Kegiatan itu berupa pembekalan antikorupsi untuk penyelenggara negara dan pasangannya bertempat di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (3/6).
Kementerian ESDM menjadi pihak pertama dalam program terbaru KPK ini. Menteri ESDM Arifin Tasrif dan istrinya, Ratna Mirah, ikut dalam pembekalan itu.
Dalam sambutannya, Ketua KPK Firli Bahuri mengingatkan dalam pelaksanaan tugasnya penyelenggara negara harus selalu mendasarkan pada prinsip untuk kepentingan bangsa dan negara, serta menjauhi tindak pidana korupsi.
"KPK melakukan upaya pencegahan yang salah satunya diimplementasikan melalui pendidikan untuk membangun integritas. Penyelenggara negara yang berintegritas tidak akan korupsi," kata Firli, dalam keterangannya.
Hal tersebut menjadi dasar KPK menyelenggarakan kegiatan penguatan antikorupsi sebagai bekal bagi para penyelenggara negara yang memiliki kewenangan strategis dalam pembuatan kebijakan di instansi atau lembaganya.
Setelah pembukaan, sesi pembekalan dilanjutkan dengan agenda terpisah bagi penyelenggara negara dan pasangannya. Untuk para istri mengikuti paparan tentang pencegahan korupsi berbasis keluarga yang disampaikan oleh Direktur Jejaring Pendidikan Aida Ratna Zulaikha.
Sedangkan bagi para penyelenggara negara dilanjutkan dengan diskusi terkait upaya inisiatif strategis, capaian, tantangan dan kendala yang dihadapi dalam pemberantasan korupsi serta upaya pembangunan sistem dan integritas di kementerian ESDM.
Pada kesempatan itu, Arifin Tasrif menyampaikan upaya-upaya pencegahan korupsi yang telah dilakukan di Kementerian ESDM. Ia menyadari dengan kewenangan yang diamanatkan pada kementeriannya, masih ada celah dan potensi terjadinya tindak pidana korupsi.
Beberapa sektor yang menurutnya masih rawan masuknya hal-hal yang bisa menyebabkan korupsi antara lain pada sektor perizinan, pelaksanaan proyek-proyek APBN dan kegiatan lainnya.
"Kami berusaha mencegah korupsi dengan sistem yang baik. Kami sudah ada kerja sama dengan Deputi Pencegahan, ada 9 item yang saat ini sedang disiapkan untuk dapat diselesaikan dan diimplementasikan," kata dia.
Tasrif juga memaparkan sejumlah tantangan dan kendala yang dihadapi kementeriannya, antara lain masih terdapatnya laporan baik internal maupun eksternal atas dugaan penerimaan gratifikasi.
Tantangan lainnya, yakni terkait berbagai bentuk perizinan dan prosedur, regulasi, dan remunerasi ASN Kementerian ESDM yang masih belum ideal.
Sementara, dalam konferensi pers, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan, program ini ditargetkan pada 2021 menyasar 10 kementerian dengan fokus area yakni ESDM, pangan, hukum, birokrasi, dan politik.
"10 kementerian ini akan bergilir kami memberikan ceramah, dialog, komitmen bersama bagi dirinya untuk tidak melakukan korupsi," kata dia.
Ghufron mengatakan, pendekatan PAKU Integritas ini sesuai dengan strategi KPK dalam memberantas korupsi dengan tiga strategi.
"Penindakan supaya takut. Kedua mencegah agar sistem tidak basi dikorup, karena ketat. Dan ketiga dengan kedeputian baru ini yaitu pendekatan pendidikan dan peran serta masyarakat agar penyelenggara negara berintegritas dari dirinya sendiri," sambungnya.
Sementara, Kementerian ESDM dinilai merupakan salah satu kementerian yang menjadi mitra strategis KPK, antara lain karena sektor SDA merupakan salah satu fokus area KPK tahun ini.
Sumber daya alam juga merupakan sektor strategis yang menjadi salah satu sumber penerimaan negara yang mendukung perekonomian negara.
KPK telah melakukan berbagai intervensi pada sektor sumber daya alam melalui sejumlah kajian dan pemberian rekomendasi. Beberapa di antaranya terkait kehutanan, migas, batu bara, kelautan, kelistrikan, dan lainnya.
Hadir dalam seri pertama PAKU Integritas dari Kementerian ESDM, yaitu Menteri ESDM Arifin Tasrif, Dirjen Ketenagalistrikan Rida Mulyana, Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono, Sekjen DEN Djoko siswanto, Dirjen Minerba Ridwan Djamaluddin, Irjen ESDM Prof Akhmad syakhroza, Kepala BPSDM Prahoro Y. Nurtjahyo, Dirjen Migas Tutuka Ariadji, Sekjen KESDM Ego Syahrial, dan Dirjen EBTKE Dadan Kusdiana beserta pasangan masing-masing.
