KPK OTT Bupati Probolinggo dan Anggota DPR, Diduga Suap Jual Beli Jabatan Kades

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari. Foto: Twitter/DPR_RI
zoom-in-whitePerbesar
Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari. Foto: Twitter/DPR_RI

KPK menangkap Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari beserta suaminya yang merupakan seorang Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem Hasan Aminuddin. Keduanya ditangkap dalam OTT yang dilakukan di Probolinggo, Minggu (29/8).

Menurut sumber kumparan OTT ini terkait dengan perkara suap jual beli jabatan di Kabupaten Probolinggo. Jual beli jabatan tersebut terkait dengan pemilihan kepala desa.

Puput Tantriana diketahui menjabat sebagai Bupati Probolinggo sejak 2013. Saat ini, dia menjabat di periode kedua yakni 2018-2023.

Sedangkan Hasan merupakan politikus NasDem yang saat ini menempati posisi di DPR RI. Sebelum melangkah ke Senayan, Hasan merupakan Bupati Probolinggo dua periode. Keduanya diketahui merupakan pasangan suami istri.

Wakil Ketua Komisi IV DPR F-NasDem Hasan Aminuddin. Foto: Nasdem

Saat ini, keduanya masih berstatus sebagai terperiksa. KPK punya waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum mereka. Apakah akan dinaikan statusnya menjadi tersangka atau tidak.

Ada pun yang berhasil melakukan OTT ini merupakan satuan tugas di bawah pimpinan Harun Al Rasyid. Dia merupakan salah satu kasatgas penyelidik yang dinonaktifkan karena tak lulus TWK.

Meski nonaktif, Harun disebut masih memberikan masukan dan arahan sehingga satgas tersebut berhasil melakukan tangkap tangan.

Plt juru bicara Ali Fikri membenarkan OTT tersebut. Dia mengatakan informasi lengkap terkait OTT itu akan disampaikan dalam waktu dekat.

"Mengenai kasus selengkapnya, siapa saja yang ditangkap dan barang bukti apa yang diamankan, saat ini belum bisa kami sampaikan," ucap Ali.

"Tim masih bekerja, dan perkembangannya nanti kami pastikan akan kami sampaikan lebih lanjut," pungkas dia.