KPK Sebut 70% Pejabat Hartanya Naik saat Pandemi, Apa Kabar Anies, RK, Ganjar?

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).  Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Foto: Shutterstock

KPK menyatakan 70% pejabat negara hartanya naik selama pandemi. Analisis tersebut dilakukan berdasarkan laporan LHKPN kepada KPK pada 2019-2020.

"Selama pandemi 1 tahun terakhir ini itu secara umum penyelenggara negara 70 persen hartanya bertambah. Kita pikir pertambahannya masih wajar, tapi ada 22,9 persen yang justru menurun," kata Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan dalam diskusi di kanal YouTube KPK, Selasa (7/9).

Dalam pemaparannya, Pahala mengatakan tepatnya ada 70,3 persen penyelenggara negara yang melaporkan hartanya naik. Di sisi lain, 22,9 persen hartanya menurun dan 6,8 persen tetap.

Berangkat dari pernyataan Pahala tersebut, kumparan mencoba melihat dampak pandemi terhadap harta kekayaan tiga pejabat negara yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan; Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil; dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Data kekayaan dilihat dari LHKPN yang mereka laporkan rutin setiap tahunnya ke KPK. Bagaimana hasilnya?

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri secara virtual acara U20 Mayor Summit 2021 bersama para pemimpin G20 pada Jumat (3/9). Foto: PPID DKI Jakarta

Anies Baswedan

  • Laporan 2019

- Tanah dan bangunan: Rp 13.078.490.000

- Alat transportasi dan mesin: Rp 640.000.000

- Harta bergerak lainnya: Rp 1.039.700.805

- Surat berharga: Rp 59.650.535

- Kas dan setara kas: Rp 1.177.292.250

- Harta lainnya: Rp 592.311.064

- Utang: Rp 5.523.276.663

- Total harta: Rp 11.064.167.991

  • Laporan 2020

- Tanah dan bangunan: Rp 13.347.402.000

- Alat transportasi dan mesin: Rp 648.000.000

- Harta bergerak lainnya: Rp 1.061.448.595

- Surat berharga: Rp 56.286.000

- Kas dan setara kas: Rp 2.017.298.105

- Harta lainnya: Rp 631.426.947

- Utang: Rp 6.846.311.385

- Total harta: Rp 10.915.550.262

Dari perbandingan harta 2019 dan 2020, di saat pandemi, harta Anies Baswedan turun sekitar Rp 148 juta.

Ridwan Kamil saat berkunjung ke DPP PPP. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Ridwan Kamil

  • Laporan 2019

- Tanah dan bangunan: Rp 13.459.192.000

- Alat transportasi dan mesin: Rp 519.500.000

- Harta bergerak lainnya: Rp 235.740.000

- Surat berharga: Rp 720.000.000

- Kas dan setara kas: Rp 3.080.625.342

- Harta lainnya: Rp 318.075.280

- Utang: Rp 4.784.763.390

- Total harta: Rp 13.548.369.232

  • Laporan 2020

- Tanah dan bangunan: Rp 18.449.622.015

- Alat transportasi dan mesin: Rp 525.500.000

- Harta bergerak lainnya: Rp 347.180.000

- Surat berharga: Rp 720.000.000

- Kas dan setara kas: Rp 4.117.115.214

- Harta lainnya: Rp 388.285.237

- Utang: Rp 4.362.592.788

- Total harta: Rp 20.185.109.678

Dari perbandingan harta 2019 dan 2020, harta Ridwan Kamil yang juga merupakan arsitek ini naik sekitar Rp 6,6 miliar.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Foto: Dok. Pemprov Jateng

Ganjar Pranowo

  • Laporan 2019

- Tanah dan bangunan: Rp 1.197.000.000

- Alat transportasi dan mesin: Rp 1.359.000.000

- Harta bergerak lainnya: Rp 415.861.750

- Surat berharga: -

- Kas dan setara kas: Rp 7.002.240.559

- Harta lainnya: Rp -

- Utang: Rp -

- Total harta: Rp 9.974.102.309

  • Laporan 2020

- Tanah dan bangunan: Rp 2.585.531.000

- Alat transportasi dan mesin: Rp 1.042.000.000

- Harta bergerak lainnya: Rp 732.861.750

- Surat berharga: -

- Kas dan setara kas: Rp 6.164.848.313

- Harta lainnya: Rp -

- Utang: Rp -

- Total harta: Rp 10.525.241.063

Dari perbandingan harta 2019 dan 2020, di saat pandemi, harta Ganjar Pranowo mengalami kenaikan sekitar Rp 551 juta.