KPK Selidiki Dugaan Korupsi Pengadaan Kapal Aceh Hebat
·waktu baca 2 menit

KPK memeriksa mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh, Azhari, sebagai saksi pada Selasa (22/6).
Ia diperiksa dalam penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan kapal feri Aceh Hebat.
Azhari diperiksa di Gedung BPKP Aceh. Dalam pemeriksaan itu, Azhari dicecar sejumlah pertanyaan terkait proses perencanaan hingga pengadaan kapal feri Aceh Hebat.
“Mereka (penyidik KPK) bertanya bagaimana prosesnya, kita jelasin dari sisi perencanaannya. Kalau saya sampai perencanaannya saja ditanya,” kata Azhari kepada wartawan.
Menurut Azhari, penyelidik KPK tengah mengumpulkan informasi mengenai pengadaan kapal Aceh Hebat. Sehingga penyelidik KPK perlu meminta keterangan sejumlah pejabat terkait.
“Ini masih mencari informasi, saya pikir mereka itu (penyelidik KPK) perlu mendapatkan informasi yang sebenarnya,” ucap Azhari.
“Ini namanya klarifikasi, berdasarkan data mereka dapat diklarifikasi. Sehingga, mereka bisa mengambil suatu kesimpulan nantinya,” tambahnya.
KPK pun mengakui tengah menyelidiki suatu kasus dugaan korupsi di Aceh sehingga memeriksa sejumlah pejabat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemeriksaan itu diduga terkait pengadaan Kapal Aceh Hebat dan proyek Multi Years Contract (MYC).
Tetapi Plt juru bicara KPK, Ali Fikri, enggan menjelaskan detail kasus lantaran masih proses penyelidikan.
Proyek Kapal Aceh Hebat
Proyek kapal Aceh Hebat bermula pada Oktober 2019. Ketika itu, Pemprov Aceh memesan 3 unit kapal feri RoRo untuk melayani rute pelayaran di tiga pulau di Aceh, yaitu Singkil-Pulau Banyak, Balohan Sabang-Pelabuhan Ulee Lheue, dan Lintasan Barat ke Pulau Simeulue.
Tiga kapal feri RoRo yang dipesan Pemprov Aceh masing-masing berkapasitas 1.300 GT. Pengerjaan 3 kapal tersebut dilakukan tiga perusahaan berbeda. Ketiga kapal tersebut kemudian diberi nama Aceh Hebat 1, Aceh Hebat 2, dan Aceh Hebat 3
Kapal Aceh Hebat 1 dikerjakan T MOS. Kapal ini akan melayani rute Labuhan Haji – Simeulue atau Kuala Bubon – Simeulue, begitu pula sebaliknya.
Sedangkan kapal Aceh Hebat 2 yang memiliki bobot 1.100 GT dikerjakan PT Adiluhung Saranasegara di Bangkalan. Kapal itu melayani pelayaran dari Singkil ke Pulau Banyak.
Terakhir, kapal Aceh Hebat 3 yang berbobot 600 GT dikerjakan PT Citra Bahari Shipyard di Tegal. Kapal itu akan melayani rute Ulee Lheue ke Balohan.
Kapal Aceh Hebat merupakan hasil dari program pengadaan kapal feri RoRo di bawah Dinas Perhubungan Aceh dengan anggaran Rp 178 miliar. Kapal itu diharapkan bisa meningkatkan konektivitas antar pulau di Aceh.
