KPK soal Istri Firli Bahuri Bikin Hymne: Conflict of Interest-nya di Mana?

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi KPK. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi KPK. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

KPK meyakini tidak ada masalah dengan pembuatan hymne dan mars oleh istri Firli Bahuri, Ardina Safitri. Lembaga antirasuah itu menilai tidak ada konflik kepentingan atau conflict of interest terkait lagu tersebut.

"COI-nya di mana? bukankah itu suatu yang baik ketika ada seorang warga negara ingin terlibat dalam pemberantasan korupsi dengan membuat lagu yang bisa membangkitkan semangat pegawai KPK dalam berantas korupsi," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata.

Hal itu disampaikan Alex di sela konferensi pers penahanan tersangka kasus pajak pada Kamis kemarin. Alex menjawab pertanyaan mengenai hymne dan mars KPK yang menjadi sorotan masyarakat.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata usai melakukan pertemuan dengan DPR RI di Kompleks Senayan, Jakarta, Senin (20/1). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Alex menyebut bahwa KPK sejak berdiri tidak mempunyai hymne dan mars. Sehingga ketika ada yang menawarkan diri, KPK menyambut baik.

Alex menyebut bahwa istri Firli Bahuri mempunyai kemampuan dalam membuat lagu. Ia pun memuji hymne dan mars buatan Ardina Safitri.

Terlebih, menurut Alex, hak cipta lagu itu diserahan Adrina Safitri kepada KPK.

"Hak ciptanya diberikan ke KPK, loh. Ada yang salah enggak? Kalau saya punya kemampuan, saya mungkin akan buat, atau istri saya punya kemampuan buat lagu akan saya usulkan, kan begitu," papar Alex.

"Ini kebetulan istrinya Ketua KPK dan dia ingin kontribusi ke KPK dengan buat lagu mars dan hymne," sambungnya.

Lirik Hymne KPK Ciptaan istri Firli Bahuri, Ardina Safitri. Foto: Youtube/KPK RI

Hymne dan mars itu sudah mendapat penetapan berupa SK dari Pimpinan KPK. Bahkan, lagu itu sudah didaftarkan hak ciptanya ke Kementerian Hukum dan HAM.

Menkumham Yasonna Laoly hadir langsung saat peluncuran mars dan hymne untuk menyerahkan hak cipta ke KPK.

Ardina mengatakan, ada pesan dan makna yang terkandung di dalam mars dan hymne tersebut. Pesan itu mengajak insan KPK untuk terus berbakti kepada negeri demi mewujudkan Indonesia yang jaya, Indonesia yang bebas dari korupsi.

Ardina menyampaikan rasa bangganya melalui lagu mars dan hymne ini bisa ikut berkontribusi dalam tugas pemberantasan korupsi.

"Kebanggaan bagi seorang warga negara adalah bisa turut berbakti dan berkontribusi, sekecil apa pun, sesederhana apa pun, demi ikut memajukan dan menyejahterakan bangsanya, salah satunya melalui pemberantasan korupsi," kata Ardina dalam keterangan pers KPK, Kamis (17/2).

Firli Bahuri dan istrinya Ardina Safitri. Foto: Lemhannas

Hal senada disampaikan oleh Firli Bahuri. Dia berpesan bahwa insan KPK harus melayani bangsa, setiap saat bekerja dengan penuh semangat karena didorong oleh kecintaan pada Ibu Pertiwi.

"Lirik dalam lagu ini diharapkan bisa menjadi inspirasi seluruh insan KPK dalam bekerja dan menguatkan kecintaan kita pada bangsa Indonesia," kata Firli.