KPK soal Janji Kasus Novel Segera Diungkap: Kami Senang dan Dukung

Presiden Jokowi meminta Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis segera mengungkap kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan. Tak tanggung-tanggung, Jokowi mengatakan pengungkapan pelaku harus dalam hitungan hari.
Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif, senang mendengar kabar itu. Ia berharap penyerang penyidik senior KPK itu bisa benar-benar terungkap.
"Wah, kalau bahwa sudah ada bukti baru dan akan diungkap kami sangat senang di KPK. Kami sangat senang dan mendukung. Semoga, penyerang Mas Novel itu bisa segera ditemukan," kata Syarif di Gedung ACLC KPK, Jakarta Selatan, Selasa (10/12).
Ia kemudian menyinggung bahwa perlindungan terhadap pegawai lembaga antikorupsi sebenarnya tertuang dalam poin United Nations Convention Against Corruption (UNCAC). Dalam poin itu disebutkan bahwa wajib adanya perlindungan bagi para pegawai lembaga antikorupsi.
"Dalam UNCAC juga tuh, ada perlindungan terhadap pegawai lembaga antikorupsi. tidak boleh ada criminal civil, di situ dijelaskan juga harus ada perlindungan juga," kata dia.
"Jadi kalau misalnya kita tidak mampu melindungi pegawai KPK, termasuk misalnya rumah saya dilempar bom, pelemparnya yaitu juga salah satu, ya agak bertentangan," sambung dia.
Novel Baswedan disiram air keras di sekitar rumahnya di kawasan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (11/4/2017). Saat itu, Novel disiram air keras oleh orang tidak dikenal saat pulang dari masjid usai salat subuh.
Hingga dua tahun delapan bulan, polisi gagal menangkap pelakunya.
