KPK Usut Proses Tender Proyek PLTU Riau

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Proyek PLTU Riau (Foto: IG @plturiau)
zoom-in-whitePerbesar
Proyek PLTU Riau (Foto: IG @plturiau)

Penyidik KPK memeriksa Direktur PT China Huadian Engineering Indonesia Wang Kun terkait kasus dugaan suap dalam proyek PLTU Riau-1. Dari pemeriksaan itu, penyidik KPK mencoba mengusut bagaimana proses tender dalam proyek tersebut terjadi.

"Untuk saksi Wang Kun dimintai keterangan tentang proses pengadaan tender proyek pembangunan PLTU Riau-1," ucap Plh Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati di gedung KPK, Senin (6/8).

KPK membutuhkan keterangan Wang Kun karena PT China Huadian Engineering Indonesia tercatat menjadi salah satu anggota konsorsium dalam proyek tersebut. Anggota konsorsium lainnya ialah Blackgold Natural Resources Limited, yang salah satu pemegang sahamnya yakni Johannes Budisutrisno Kotjo menjadi tersangka dalam kasus ini.

Selain memeriksa Wang Kun, penyidik juga memeriksa Manager Senior Pelaksana Pengadaan Independent Power Producer (IPP) PLN, Mimin Insani. Dari pemeriksaan Mimin, penyidik KPK mendalami mekanisme penunjukkan langsung dalam proyek pembangunan PLTU Riau tersebut.

"Untuk saksi Mimin Insani ini manajer senior pelaksana pengadaan IPP PLN sejauh ini yang bersangkutan diperiksa atau dikonfirmasi mengenai pengetahuannya terkait dengan penunjukan langsung dalam proyek pembangunan PLTU," ujar Yuyuk.

Dalam kasus ini, penyidik KPK telah menetapkan dua orang sebagai tersangka. Keduanya yakni Eni Maulani Saragih selaku Wakil Ketua Komisi VII DPR serta pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo.

Kasus terungkap dalam operasi tangkap tangan terhadap Eni. Dalam operasi tersebut, Eni yang merupakan kader Partai Golkar diduga menerima suap Rp 4,8 miliar dari Johannes Budisutrisno Kotjo.

Johanes Budisutrisno Kotjo ditahan KPK (Foto: Helmi Afandi/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Johanes Budisutrisno Kotjo ditahan KPK (Foto: Helmi Afandi/kumparan)

KPK menduga Eni memengaruhi manajemen PLN agar Blackgold ikut dalam proyek PLTU Riau-1. Meski sebagai anggota DPR tak punya kewenangan dalam proses pengadaan pembangkit listrik di PLN, Eni diduga memiliki pengaruh.

BlackGold Natural Resources merupakan perusahaan tambang batu bara, yang menjadi anggota konsorsium dari PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) sebagai kontraktor pada proyek PLTU Riau-1, bersama perusahaan asal Tiongkok, China Huadian Engineering Co. Ltd.

PLTU Riau 1 dijadwalkan akan beroperasi secara komersial (Commercial Operation Date/COD) pada 2024. Kapasitasnya sebesar 600 MW. PLTU ini akan dibangun di Kecamatan Penarap, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. Nilai investasi proyek PLTU Riau 1 mencapai USD 900 juta atau Rp 12,87 triliun.