KPK Validasi Keterangan Setnov soal Puan dan Pramono Anung

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pramono Anung dan Puan Maharani (Foto: Yudistira Amsal, Garin Gustavian/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pramono Anung dan Puan Maharani (Foto: Yudistira Amsal, Garin Gustavian/kumparan)

Setya Novanto 'bernyanyi' di sidang korupsi e-KTP. Sejumlah nama besar disebutnya menerima uang e-KTP, termasuk nama baru muncul dalam persidangan kali ini, yaitu Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri Koordinator Bidang Kemanusiaan dan Kebudayaan Puan Maharani.

Selain keduanya, Novanto juga menyebut nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey. KPK akan mendalami apa yang disampaikan Setya Novanto tersebut.

"Seperti yang sudah-sudah, KPK akan teliti, mencermati apa yang terjadi di persidangan," kata Kabag Publikasi dan Pemberitaan KPK Priharsa Nugraha saat dikonfirmasi, Kamis (22/3).

Ia menambahkan, informasi yang disampaikan Novanto ini akan menjadi bahan pengembangan KPK dalam menyelidiki kasus ini. "Apa-apa yang disampaikan baik terdakwa maupun saksi-saksi untuk kemudian akan dianalisis lebih lanjut," ungkap dia,

Dalam sidang hari ini, Novanto menyebut keempat politikus PDIP tersebut menerima USD 500 ribu. Tak hanya itu, Novanto juga menyebut ada aliran dana Rp 5 miliar untuk Rapimnas Partai Golkar.

Sementara itu, Pramono telah membantah ungkapan Novanto di persidangan hari ini. Ia menyebut siap dikonfrontir oleh siapa pun, di mana pun, dan kapan pun.

"Maka karena menyangkut integritas saya sebagai orang yang panjang dalam karier politik, sebagai pribadi saya siap dikonfrontasi dengan siapa saja, kapan saja, monggo. Yang saya tahu, yang saya rasakan, dan yang saya lihat," kata Pramono di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (22/3).

Setya Novanto di Pengadilan Tipikor. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Setya Novanto di Pengadilan Tipikor. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)