KPPPA Apresiasi Semarang yang Terus Berinovasi jadi Kota Ramah Anak

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ramah tamah media trip KLA 2019 di Kota Semarang, Minggu (15/9). Foto: Muhammad Darisman/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ramah tamah media trip KLA 2019 di Kota Semarang, Minggu (15/9). Foto: Muhammad Darisman/kumparan

Pemerintah berkeinginan Indonesia sepenuhnya menjadi negara yang layak ditinggali anak pada tahun 2030. Untuk mencapai itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) sejak tahun 2005 menjalankan program Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA)

Ada tiga kota yang masuk dalam kategori utama, yang dapat meraih kategori KLA pada tahun 2019, yaitu Solo, Surabaya, dan Denpasar. Solo dan Surabaya sudah selama tiga tahun berturut-turut berada di kategori utama, sementara Denpasar baru masuk kategori utama tahun ini.

Daftar penerima penghargaan KLA dari 2011-2019. Foto: Dok. KPPPA

Selain tiga kota tersebut, sebanyak 23 kabupaten/kota berada di peringkat nindya (peringkat tiga), meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 11 kota/kabupaten. Ada pun 86 kota/kabupaten menyabet kategori madya (keempat), sementara 135 kota/kabupaten masih di posisi pratama atau di bawah madya.

Sebagai kelanjutan dari program ini, KPPPA mengajak serta media untuk meninjau tiga kabupaten/kota lewat kegiatan bertajuk ‘Press Trip KLA 2019’. Agenda yang berlangsung 15-21 September ini dimulai dari Kota Semarang, Kabupaten Sleman, dan berakhir di Kota Balikpapan.

Deputi bidang Tumbuh Kembang Anak KPPPA, Lenny Rosalin. Foto: Muhammad Darisman/kumparan

“Tingkat ketiganya memang sama di nindya, karena kita untuk utama sudah pernah melakukan peliputan untuk Surabaya, Surakarta dan juga Denpasar,” ujar Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak, Lenny Rosalin dalam acara ramah tamah di Semarang, Minggu (15/9).

“Tahun ini kategori nindya kan ada 23, kita pilih dari 23 dan kebetulan untuk tiga-tiganya ini mempunyai peningkatan yang cukup signifikan dan beberapa inovasi yang nanti teman-teman media bisa buktikan di lapangan nanti,” sambungnya menjelaskan alasan pemilihan ketiga tempat yang disambangi.

Leni mengapresiasi Semarang yang terus mengalami setiap tahunnya. Dari level pratama di 2017, madya di 2018, serta naik ke tingkat nindya tahun ini.

“Ruang bermain ramah anak di kota ini memperoleh penghargaan, dan kemudian terkait dengan peningkatan kinerja juga di kluster 3 dalam hal meningkatkan status kesehatan anak di Kota Semarang ini. Kota Semarang mempunyai beberapa inovasi dan fokus juga untuk menjadikan puskesmas ramah anak,” jelasnya.

“Untuk kluster pendidikan dan pemanfaatan waktu luang, Kota Semarang dalam upaya untuk mencapai wajib belajarnya juga yang ditunjukkan oleh angka yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Tentu ini juga dibarengi dengan semakin banyaknya jumlah sekolah ramah anak,” tuturnya.

Adapun kegiatan hari ini dimulai dengan melihat secara langsung 24 indikator layak anak yang ada di Semarang. Indikator tersebut dilihat dengan berkunjung ke sekolah, kelurahan, dan puskesmas ramah anak, taman bermain, hingga seperti apa lembaga perlindungan anak bekerja.

24 indikator Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). Foto: Dok. KPPPA

Agenda yang sama juga bakal dilakukan di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, lalu berlanjut ke Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Kegiatan akan berlangsung hingga Sabtu (21/9).