KPU Pertanyakan 9.440 Salah Input C1 Temuan BPN: Mana Datanya?

KPU menanggapi temuan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi soal adanya kesalahan input dalam sistem informasi penghitungan (Situng) mencapai 9.940 salah input. Komisioner KPU, Ilham Saputra, meminta BPN untuk mengungkapkan data-data tersebut.
"Enggak. Mana kalau ada datanya? Mana?" kata Ilham di DKPP, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (30/4).
KPU meminta kepada BPN untuk segera melaporkan jika menemukan kesalahan entri C1. Bukan hanya membuat pernyataan pers rilis.
"Iya saya tahu, saya baca. Ya mana datanya, ayo, laporkan aja ke kita, kita cocokkan," tegas Ilham.
Berdasarkan hasil pemeriksaan KPU, hingga saat ini pihaknya baru menemukan sekitar 140 temuan kesalahan entri C1. Sebagian besar temuaan tersebut berasal dari penyisiran yang dilakukan KPU.
"Baru 140-an. Tar saya kasih datanya," tutur Ilham.
Sebelumnya, Relawan IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) mendapati adanya kesalahan input dalam Sistem Informasi Penghitungan (Situng) mencapai 9.940 salah input. Temuan ini jauh lebih besar dari yang dilaporkan KPU ada 150 salah input.
"Dalam waktu tiga hari (27-29 April) kami menemukan 9.440 kesalahan input. Kesalahan itu meliputi selisih suara, jumlah pemilih melebihi DPT, dan jumlah suara sah tidak cocok dengan total suara. Kesalahan terbanyak pada input data dari Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah," papar Koordinator Relawan IT BPN, Mustofa Nahrawardaya, dalam keterangan tertulis, Selasa (30/4).
BPN menuding ada indikasi pola input dari daerah tertentu tinggi yang menguntungkan paslon 01, dan merugikan paslon 02. Polanya sangat baku dan konsisten. Ada yang sangat cepat, tapi ada yang sangat lambat.
