KPU soal Saksi 02 Temukan 4 Karung Amplop di Boyolali: Banyak Keanehan

kumparanNEWSverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua KPU Arief Budiman sedang mengecek bukti dari saksi Beti di Mahkamah Konstitusi. Foto: Faanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua KPU Arief Budiman sedang mengecek bukti dari saksi Beti di Mahkamah Konstitusi. Foto: Faanny Kusumawardhani/kumparan

KPU menanggapi kesaksian yang disampaikan salah satu saksi Prabowo-Sandi, Beti Kristiana dalam sidang gugatan pilpres di Mahkamah Konstitusi. Dalam persidangan, Beti mengaku banyak amplop KPU yang dibuang dalam 4 karung di halaman Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Dokumen itu ditemukan pada 18 April 2019 pukul 19.30 WIB. Ketua KPU Arief Budiman mengatakan banyak keanehan dalam temuan tersebut. Mulai dari tata cara penulisan di amplop hingga tanda tangan yang ada di amplop itu.

"Sampai pada bagian terakhir saya agak heran begitu banyak amplop itu. Setelah kita cek, lho ternyata amplop itu dugaan kita, belum pernah digunakan satu. Karena enggak ada bekas pernah digunakan," kata Arief di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (19/6).

"Kemudian kedua saya lihat cara nulis nama bisa sama gitu loh. Terus penggunaan tanda tangannya juga lho, yang di sini nulis pakai spidol, tapi juga ada yang di sini ketika tandatangan ditulis pakai bolpoint gitu," lanjut Arief.

Selain itu, Arief menilai temuan amplop itu tidak berkaitan dengan Pilpres. Ia mengatakan amplop itu digunakan untuk memasukkan surat suara sah dari TPS ke PPK untuk hasil Pileg.

Ketua KPU Arief Budiman sedang mengecek bukti dari saksi Beti di Mahkamah Konstitusi. Foto: Faanny Kusumawardhani/kumparan

"Saya enggak baca semua tapi dua (amplop) untuk DPR, bukan Pilpres ya. Surat suara sah dari TPS ke PPK, tadi baru difotoin, tapi yang saya lihat satu jenis dari TPS ke PPK," ucap Arief.

Meski melihat banyak keanehan dalam temuan dokumen amplop itu, Arief memastikan pihaknya akan segera melakukan penelusuran tehadap temuan itu.

"Kami mau tahu dulu sebetulnya amplop seperti apa? Begitu kita liat dua, lho ini kok ada keanehan makanya kita minta foto semua. Kita akan pelajari sebetulnya seperti apa amplop yang dia temukan di Kecamatan Juwangi itu," ucap Arief.

"Kalau bentuknya sama ya (seperti milik KPU), tapi amplop itu terlihat belum pernah digunakan. Jadi sebetulnya kosong, enggak ada apa-apa, jadi enggak mempengaruhi apa-apa gitu lho," tutup Arief.