KPU Tanggapi Fahri Hamzah: KPPS Meninggal di Pileg 2014 Ada 144 Orang

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah termasuk yang vokal mengkritisi KPU atas penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019. Salah satu yang dia soroti adalah banyaknya petugas KPU yang meninggal.
Namun, pikiran Fahri yang disampaikan di Twitter itu dikoreksi oleh komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi. Yaitu saat Fahri menyebut tidak ada petugas KPU yang meninggal dunia di Pemilu 2014.
Pram menyebut Pileg 2014 ada 114 orang yang meninggal. Data itu memang lebih kecil dari jumlah yang meninggal di Pemilu 2019 saat ini yang menyerentakkan Pileg dan Pilpres, total 456 orang.
kepada kumparan, Pram mengatakan di Pemilu 2014 sebetulnya KPU juga mengusulkan biaya santunan untuk petugas yang meninggal seperti saat ini, namun tidak dikabulkan.
"KPU mengusulkan biaya santunan, namun tidak dikabulkan," tutur tokoh muda Muhammadiyah itu.
Soal petugas KPU di Pemilu 2019 lebih banyak meninggal, dia menyebut memang salah satunya karena sistem Pemilu yang menyatukan Pileg dan Pilpres dalam satu hari, sehingga ada 5 surat suara.
"Ya beban pekerjaan semakin berat. Dan jumlah petugas KPPS memang juga bertambah. Dulu TPS 570 ribuan, sekarang 810 ribuan," pungkas Pram.
