KPU Ungkap Keunggulan Sirekap: Pemenang Pilkada Dapat Diketahui Lebih Cepat

20 November 2020 19:20 WIB
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ketua KPU Arief Budiman meninjau simulasi pemungutan suara pemilihan serentak 2020 di Jakarta. Foto: Nova Wahyudi/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Ketua KPU Arief Budiman meninjau simulasi pemungutan suara pemilihan serentak 2020 di Jakarta. Foto: Nova Wahyudi/Antara Foto
ADVERTISEMENT
Sistem Rekapitulasi Secara Elektronik (Sirekap/e-Rekap) yang dikembangkan KPU untuk Pilkada 2020 akan digunakan sebagai alat bantu dan publikasi hasil perhitungan dan rekapitulasi suara.
ADVERTISEMENT
Ketua KPU Arief Budiman memastikan Sirekap bisa menyediakan informasi secara lebih cepat dan meluas kepada masyarakat.
"KPU sudah usulkan pakai Sirekap, jadi tak perlu lagi rekap-rekap dilakukan berjenjang, tapi kan ini sudah enggak jadi perdebatan karena sudah jadi keputusan jadi bahan publikasi," ujar Arief dalam diskusi virtual di YouTube BNPB, Jumat (20/11).
Meski tidak jadi digunakan sebagai penetapan hasil resmi pilkada, Arief mengungkapkan Sirekap sudah sangat efektif dalam membantu proses rekapitulasi suara. Caranya adalah petugas KPPS akan mengunggah foto C-Hasil ke pusat data KPU.
Petugas memotret lembar C-KWK saat uji coba Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) pemilihan serentak di SOR Volly Indoor Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (9/9/2020). Foto: M AGUNG RAJASA/ANTARA FOTO
"Begitu dia capture, dia kirim ke pusat data kita. Maka pusat data kita langsung rekapitulasi. Seluruh data direkap, dia akan terurai, rekap kecamatan ada, rekap kabupaten ada," urai Arief.
ADVERTISEMENT
"Kalau sebuah daerah bisa selesaikan 100 persen misal sampai pukul 18.00, maka pada saat itu kita sudah tahu siapa pemenangnya," lanjutnya.
Lebih lanjut, Sirekap ini merupakan hasil kerja sama KPU dengan pengembang dari Institut Teknologi Bandung (ITB) hingga BPPT untuk memberikan hasil perhitungan suara yang transparan.
Petugas memeriksa data pengiriman dari lembar C-KWK saat uji coba Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) pemilihan serentak di SOR Volly Indoor Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (9/9/2020). Foto: M AGUNG RAJASA/ANTARA FOTO
"Keamanan data kami bekerja sama dengan tim ITB. Kami juga diaudit oleh BPPT, semua syarat-syarat kita penuhi. Mengirimkan server yang semula di ITB, jadi semua dikerjakan, dipusatkan di kantor. Desain teknologinya dikerjakan oleh anak bangsa sendiri, teman-teman dari ITB," ungkap dia.
Rencana awalnya, aplikasi Sirekap ini akan didesain untuk digunakan pada Pemilu 2024. Namun, dengan adanya pandemi corona pada Pilkada 2020, maka KPU coba menggunakannya di momen ini.
ADVERTISEMENT
"2020 ada pilkada dan diselenggarakan di tengah pandemi. Sirekap ini akan kurangi pertemuan, sentuhan, percepat waktu. Jadi sangat efektif, tapi kita sudah putuskan ini hanya jadi bahan publikasi," tutup Arief.