Kratingdaeng Buka Ruang Berkreasi lewat Intimate Workshop Bareng Muklay
ยทwaktu baca 5 menit

Sebagai bentuk dukungan untuk anak muda, Kratingdaeng Indonesia menghadirkan workshop eksklusif bersama seniman visual kontemporer, Muklay, di Space 9 @ROW 9 pada Sabtu (29/11).
Workshop ini juga dihadiri langsung oleh Commercial Director PT Aktif Energi Indonesia, Nonpunlop Savantrach, sebagai bentuk komitmen strategis Kratingdaeng dalam mendorong ekosistem kreatif anak muda.
Kehadiran jajaran direksi ini menegaskan bahwa ruang belajar visual yang dihadirkan Kratingdaeng bukan sekadar aktivasi brand, tetapi bagian dari upaya nyata dalam mendukung pertumbuhan talenta kreatif generasi baru.
Di sesi mentoring, para pemenang kompetisi mendapatkan bimbingan langsung dari Muklay, termasuk proses kreatif, pendekatan visual, hingga diskusi terkait pengembangan karakter dan gaya ilustrasi.
Head of Marketing PT Aktif Energi Indonesia, Arif Muhammad Ritonga, menjelaskan bahwa kompetisi ini lahir dari kepedulian Kratingdaeng terhadap aktivitas kreatif anak muda.
"Ide awalnya, Kratingdaeng sangat peduli dengan aktivitas anak muda di Indonesia. Bersamaan dengan Hari Sumpah Pemuda, kami ingin mengajak pemuda untuk berkreasi dan kami siap untuk mewadahi aspirasi mereka," kata Arif.
Kratingdaeng menerima lebih dari seribu submission karya digital dari berbagai daerah. Dalam proses penjurian, aspek yang dilihat bukan sekadar visual yang bagus, melainkan karakter dan tema yang kuat.
"Yang pertama kali kami lihat itu orisinalitasnya. Lalu apakah karya tersebut benar benar menunjukkan satu energi dan satu semangat," kata Arif.
Ia menambahkan bahwa keputusan akhir diberikan sepenuhnya kepada Muklay sebagai juri utama. Arif juga menegaskan bahwa workshop ini adalah bentuk nyata komitmen Kratingdaeng terhadap perkembangan seni visual di Indonesia.
"Kami sangat happy dengan hasil yang kami dapatkan karena ini baru starting point. Tahun depan visual dari Muklay dan tiga pemenang ini akan kami jadikan special package Kratingdaeng. Tujuannya memperkenalkan tiga artis ini agar lebih dikenal lagi," kata Arif.
Tantangan Kolaborasi para Seniman Muda
Ketika masuk ke sesi workshop, suasana langsung berubah menjadi ruang kreatif yang cair. Muklay mengajak para pemenang untuk bekerja cepat tanpa terlalu banyak berpikir, karena baginya, kemampuan bertahan dalam tekanan adalah bagian dari proses kreatif itu sendiri.
"Skill itu kepakai kalau lagi pressure. Ketika harus gambar cepat, lo bisa mengandalkan pressure itu," kata Muklay.
Tantangan utama pada sesi kolaborasi ternyata bukan pada menggambar, tetapi pada menyesuaikan tone warna dan gaya masing masing.
"Karena kita berempat punya tone color yang beda, tantangannya nyamain warnanya. Tapi mereka cepat menyesuaikan dan hasilnya kelihatan menyatu," kata Muklay.
Muklay juga mengakui bahwa ia terkejut ketika mengetahui bahwa ketiga pemenang berasal dari luar Jakarta. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa ekosistem seniman muda kini semakin luas.
"Gue cukup amazed karena semua pemenangnya dari luar Jakarta. Pilihan gue ternyata tepat karena mereka bisa menghasilkan karya bareng yang solid," kata Muklay.
Dalam momen lain, Muklay menyebut bahwa kolaborasi seperti ini penting untuk membuka jaringan bagi para ilustrator.
"Ilustrator itu profesi yang niche dan sering kali penyendiri. Mereka harus berani networking dan kolaborasi supaya karya mereka lebih dikenal. Kolaborasi itu penting untuk menggaungkan nama lo dan membuka peluang lebih besar," kata Muklay.
Tiga Ilustrator Muda dengan Perpektif yang Beda
Tiga ilustrator yang terpilih dalam kompetisi ini adalah Farkhan M. Amin (@storymorpha) dari Surakrta, Zulfikar Rahmansyah (@dat.fakur) dari Sleman, dan Antonius Gesang Laksono (@13kudo) dari Semarang.
Masing masing datang dengan latar belakang yang berbeda, tetapi memiliki semangat yang sama ketika masuk ke ruang workshop.
Antonius, misalnya, mengaku perasaannya campur aduk ketika diumumkan sebagai pemenang. Ia tidak menyangka karya yang ia kirimkan akan terpilih, terlebih karena selama ini ia jarang memenangkan kompetisi.
Ia juga sangat antusias ketika akhirnya bisa bertemu langsung dengan Muklay yang selama ini hanya ia lihat melalui Instagram.
Saat sesi kolaborasi dimulai, Antonius menjelaskan bahwa tantangan terbesarnya justru muncul ketika harus menyesuaikan warna dan karakter dengan peserta lain dalam satu kanvas.
"Warnanya harus dipadukan supaya tetap enak dilihat. Saya harus combine tiga warna tapi nggak boleh tabrakan. Minimalis, tapi tetap seru," kata Antonius.
Ia menambahkan bahwa kerja sama dengan Muklay membuatnya cukup gugup pada awalnya, tetapi proses itu membuatnya belajar cara menggabungkan gaya visual tanpa menghilangkan ciri khas masing masing.
Sementara itu, Zulfikar merasakan manfaat langsung dari kegiatan ini, terutama karena jumlah pengikutnya selama ini masih sedikit.
"Event ini sangat membantu, terutama untuk artist seperti saya yang follower-nya masih di bawah 500. Event ini bisa membuat artis kecil lebih dikenal," kata Zulfikar.
Karyanya menggambarkan tiga pemuda dari Timur, Kalimantan, dan Bali.
"Konsepnya adalah pemuda dari berbagai daerah itu punya mimpi, dan selagi masih muda mereka berhak memperjuangkan mimpi itu," ujarnya.
Farkhan menghadirkan nuansa nostalgia ke dalam karyanya dengan memasukkan unsur masa kecil seperti buku dan tongkat kayu yang mewakili kebiasaannya membaca komik dan bermain.
"Masih nyambung dari submission sebelumnya, saya masih membawa buku sebagai perwakilan masa kecil. Intinya walaupun saya sudah hampir masuk kepala tiga, jiwa saya masih under 20," kata Farkhan sambil berkelakar.
Ketiganya kemudian menyatukan gaya mereka ke dalam satu karya bersama Muklay, menghasilkan ilustrasi kolaboratif yang mencerminkan energi muda, keberanian bereksperimen, dan kemampuan menyesuaikan diri satu sama lain.
Ya, Rangkaian kegiatan #SatuSemangatPemuda merupakan bagian dari kampanye besar Kratingdaeng untuk menyalakan energi kreatif anak muda Indonesia. Arif menjelaskan bahwa esensi program ini ada pada keberanian berkarya dan kemampuan kolaborasi.
"Pemuda Indonesia kalau sudah berkolaborasi dan punya satu energi yang sama, hasilnya luar biasa," kata Arif.
Di akhir workshop, Muklay kembali menegaskan bahwa kesempatan seperti ini harus dimanfaatkan sebesar besarnya oleh seniman muda.
"Dari sini brand brand lain juga bisa lihat karya lo. Ini cara yang bagus buat mulai dikenal," kata Muklay.
Workshop ini menjadi titik awal dari kolaborasi lanjutan yang akan dihadirkan Kratingdaeng untuk mendukung dunia kreatif Indonesia.
