Krisis Hewan Ternak, Raja Maroko Akan Sembelih Kurban Atas Nama Rakyatnya

28 Februari 2025 7:28 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Raja Maroko Mohammed VI  Foto: Foto: AFP/FADEL SENNA
zoom-in-whitePerbesar
Raja Maroko Mohammed VI Foto: Foto: AFP/FADEL SENNA
ADVERTISEMENT
Idul Adha 2025 masih beberapa bulan lagi, tapi Raja Maroko Muhammad VI telah menyerukan rakyatnya agar tidak menyembelih hewan kurban pada hari raya penting umat Islam itu.
ADVERTISEMENT
Seruan bersejarah Raja Maroko itu dibacakan oleh Menteri Agama Ahmed Taofiq di televisi pemerintah, Al Oula, Rabu (26/2). Seruan ini muncul karena krisis hewan ternak yang melanda negeri itu akibat kekeringan panjang.
Adapun Idul Adha yang biasa disebut hari raya haji atau hari raya kurban diperkirakan jatuh pada awal bulan Juni. Idul Adha adalah hari raya untuk meneladani ketakwaan Nabi Ibrahim.
“Kami menyerukan kepada masyarakat yang kami kasihi untuk tidak melaksanakan ritual kurban Idul Adha tahun ini,” ujar Raja.
Penduduk Maroko bekerja sama dalam menyembelih hewan kurban Foto: Shutter Stock
Raja Maroko mengatakan, kondisi iklim dan ekonomi dalam negeri yang kurang bersahabat telah menyebabkan penurunan jumlah ternak secara signifikan.
Di satu sisi, menyembelih hewan kurban adalah ibadah sunah yang dianjurkan. Namun, kondisi dalam negeri dirasa kurang baik.
ADVERTISEMENT
“Melaksanakannya dalam keadaan sulit ini akan menyebabkan kerugian nyata bagi sebagian besar masyarakat kita, terutama mereka yang berpenghasilan terbatas,” kata Raja.
Raja menyatakan, pemerintahannya bertugas menghilangkan kesukaran dan bahaya, sebaliknya harus mempermudah urusan rakyatnya.
Raja kemudian menyitir potongan Surah Al-Hajj: 78 yang intinya Allah tak mempersulit hamba-Nya dalam beragama.
"...Dia telah memilih kamu dan tidak menjadikan kesulitan untukmu dalam agama..," demikian bunyi potongan ayat itu.
Namun, semangat perayaan Idul Adha tetap dipelihara. Sebagai gantinya, Raja akan menyembelih kurban atas nama rakyatnya.
Raja menyatakan, hal ini sesuai dengan sunah Nabi Muhammad SAW saat menyembelih dua ekor domba jantan dan berkata: "Ini untukku dan ini untuk umatku."

Produksi Ternak Maroko Merosot

Raja Maroko Mohammed VI bertemu dengan seorang korban luka yang selamat dari gempa bumi di negara itu, di Marrakesh, Maroko, Selasa (12/9/2023). Foto: Kantor Berita Maroko/Handout via REUTERS
Mengutip Arab News, jumlah ternak sapi dan domba Maroko telah menurun hingga 38 persen pada tahun 2025 sejak sensus terakhir 9 tahun lalu. Penyebabnya, kekeringan yang berturut-turut terjadi.
ADVERTISEMENT
Curah hujan tahun ini 53 persen lebih rendah dibandingkan rata-rata 30 tahun terakhir. Hal ini menyebabkan kurangnya padang rumput untuk pakan ternak.
Produksi daging menurun yang memicu harga lebih tinggi di pasar lokal dan impor sapi hidup, domba, dan daging merah yang lebih tinggi.
Maroko baru-baru ini menandatangani kesepakatan untuk mengimpor hingga 100.000 domba dari Australia.
Dalam anggaran tahun 2025, Maroko menangguhkan bea masuk dan pajak pertambahan nilai atas sapi, domba, unta, dan daging merah untuk menjaga harga tetap stabil di pasar domestik.

Bukan Kali Pertama

Mengutip Turkiye Today, ini bukan kali pertama Raja Maroko menyerukan rakyatnya tidak menyembelih hewan kurban saat Idul Adha.
Seruan serupa pernah terjadi pada tahun 1963, 1981, dan 1996. Alasannya juga sama, akibat tantangan ekonomi dan lingkungan.
ADVERTISEMENT

Sekilas tentang Maroko

Salah satu bangunan di Maroko. Foto: Arifin Asydhad/kumparan
Maroko adalah sebuah negara kerajaan yang terletak di Afrika Utara dengan penduduk sekitar 38 juta. Ibu kotanya adalah Rabat, sementara kota terbesarnya adalah Casablanca.
Di Jakarta Selatan, juga ada nama jalan utama bernama Casablanca. Ini merupakan representasi dari Maroko yang bersahabat dengan Indonesia sejak zaman Bung Karno dan Raja Muhammad V. Jakarta dan Casablanca menjadi sister city. Sedang di Rabat, ada jalan bernama Sukarno.
Sejumlah pengendara sepeda motor melintas di Jalan Layang Non Tol (JLNT) Casablanca, Jakarta, Jumat (3/1/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Terletak di ujung barat laut Afrika, Maroko memiliki garis pantai yang membentang di sepanjang Samudra Atlantik dan Laut Mediterania.
Lokasinya yang strategis menjadikan Maroko menjadi persimpangan antara Eropa, Afrika, dan Timur Tengah.
Kondisi ini membuat Maroko memiliki warisan budaya yang kaya, hasil dari perpaduan pengaruh Berber, Arab, Afrika, dan Eropa. Negara ini terkenal dengan arsitektur, musik, dan kulinernya yang unik. Marrakech dan Fes terkenal sebagai kota tua yang bersejarah.
ADVERTISEMENT
Maroko bukan negara yang kaya raya secara mutlak, tapi memiliki ekonomi yang cukup baik dan stabil di kawasan.