Krisis Kolombia, Wapres Sebut Pemerintahan Berperilaku Rasis dan Patriarki
·waktu baca 1 menit

Krisis terjadi di Pemerintahan Kolombia. Itu disebabkan tudingan dari Wapres Francia Marquez bahwa Pemerintahan Kolombia rasis dan patriarki, Kamis (22/5).
Marquez merupakan Wapres kulit hitam pertama di Kolombia. Sebelum terjun di dunia politik, Marquez adalah seorang aktivis.
“Peran sebagai Wapres tidak mudah,” kata Marquez seperti dikutip dari AFP.
“Bukanlah tugas yang mudah untuk memerintah di negara yang memiliki negara rasial, dan yang pemerintahannya mempraktikkan rasisme dan patriarki,” sambung dia.
Selama menjabat sebagai Wapres, Marques berulang kali berseteru dengan Presiden Gustavo Petro. Bahkan Petro sempat mencabut jabatan Menteri Kesetaraan yang sempat diduduki Marquez.
Marquez pun dalam kritik teranyar ini menegaskan, pemerintahan yang dipimpin Petro membuat komunitas kulit hitam menghadapi berbagai kendala.
“Ketika saya tiba, saya tiba dengan banyak angan-angan," kata Marquez.
"Namun, saya menghadapi banyak kendala dalam mewujudkan harapan dan impian rakyat saya, komunitas saya, dan negara ini,” jelas dia.
Sebanyak 10 persen penduduk Kolombia merupakan warga kulit hitam. Sebagian besar mereka hidup di bawah garis kemiskinan dan kurang terwakili dalam pemerintahan dibanding kelompok etnis lain.
