Krisis Lahan Makam di Jakarta: TPU Kebagusan Kini Hanya Layani Pemakaman Tumpang
·waktu baca 4 menit

Krisis lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) ditemukan di Jakarta Selatan. Salah satunya TPU Kebagusan, yang ada di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Area TPU itu sudah penuh.
Pantauan kumparan di lokasi, seluruh lahan sudah dipenuhi dengan makam. Jarak antar makam pun tampak sangat dekat.
Penjaga TPU Kebagusan, Dedi (40), menyebut area pemakaman tersebut telah penuh sejak lama. Maka, diterapkan sistem pemakaman bertingkat atau tumpang di pemakaman itu.
“Iya benar sudah penuh, makanya kita di sini sistemnya tumpang,” kata Dedi saat ditemui di lokasi, Rabu (22/10).
Menurut Dedi, sistem ini sudah diterapkan di TPU Kebagusan sejak 2015. Ia menjelaskan, pemakaman tumpang biasanya hanya diperbolehkan bagi anggota keluarga yang masih satu garis keturunan.
“Tumpang itu biasanya satu liang lahat dengan keluarga. Nah, ketika ada keluarga lain yang meninggal, ya mau enggak mau harus ke tempat lain, karena dia belum ada keluarga di sini,” ujarnya.
Dedi menuturkan, luas lahan TPU Kebagusan mencapai sekitar 8.000 meter persegi dan seluruhnya sudah terisi. Saking padatnya, beberapa makam bahkan hanya berjarak sekitar 20 cm.
“Kalau untuk jarak ya, sudah, enggak normal sih kalau untuk makam. Enggak sampai (satu meter), paling ada yang sampai ke 20 cm per makam gitu kan. Karena memang sudah full tumpang,” ungkapnya.
Sistem Tumpang, Satu Liang Bisa Tiga Jenazah
Dedi menjelaskan sistem tumpang yang ada di TPU Kebagusan. Karena keterbatasan lahan, sistem ini lumrah dilakukan setiap kali ada anggota keluarga yang meninggal dunia.
“Normalnya sih,a paling kalau untuk kedalaman sampai tiga kayaknya deh. Ada, tiga jenazah. Nah, kalau sudah empat itu, istilahnya sudah enggak normal sih,” ujarnya.
Kini, TPI Kebagusan tak lagi punya lahan baru. Jadi, TPU itu hanya melayani pemakaman dengan sistem tumpang. Meski tak terlalu sering.
“Enggak (setiap hari), karena kita sistem tumpang, kebanyakan enggak setiap hari. Terkadang itu paling satu bulan bisa dua, tiga,” kata Dedi.
Ia menambahkan, seluruh pemakaman di TPU Kebagusan hanya diperuntukkan bagi warga beragama Islam dengan syarat memiliki KTP Jakarta. Meski begitu, untuk kasus makam tumpang, masih ada kelonggaran bagi keluarga yang sudah pindah domisili.
“KTP Jakarta, kecuali tumpang. Kalau tumpang itu kan ada beberapa keluarganya yang pindah ke Depok misalnya, karena orang tuanya ada di sini ya enggak masalah sih,” katanya.
Hal serupa disampaikan Yusuf (45), warga sekitar sekaligus ahli waris tanah wakaf di TPU Kebagusan. Ia menyebut, warga sudah lama mengetahui area pemakaman di wilayahnya penuh dan hanya melayani pemakaman tumpang.
“Iya betul. Sudah tumpang di sini kalo mau makamin,” ujar Yusuf.
Yusuf menjelaskan, pemakaman tumpang di TPU Kebagusan umumnya dilakukan di dalam satu keluarga besar.
“Cuma pastinya sama sesama keluarga. Kira-kiranya mungkin entah satu darah atau apa namanya, ya pastinya family lah. Dari salah satu keluarga, misalkan keluarga A ada tiga, ya satu di sini, ya dua tiga itu mentok di sini,” katanya.
Yusuf mengakui kondisi lahan yang terbatas membuat banyak warga akhirnya memilih mencari pemakaman di tempat lain.
“Mayoritas warga sini karena mungkin sudah lama dengar informasi kalau bahwasanya sini sudah penuh, jadi mereka juga enggak ditumpuk ke sini. Dan juga setahu aku tuh, misalkan ada family-nya, terusnya juga belum lama sudah di sini, terusnya dia enggak mungkin enggak bisa ditumpuk, dia direlokasi,” ungkapnya.
Yusuf mengatakan, jika pun ada keluarga yang ingin tetap dimakamkan di Kebagusan, maka prosesnya akan dilakukan di area keluarga masing-masing yang telah memiliki lahan wakaf sendiri.
“Ya kemungkinan numpuk,” ucapnya singkat.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mengkaji solusi atas krisis lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang terjadi di wilayah Jakarta Selatan.
Berdasarkan data dari website resmi Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, terdapat sembilan TPU di Jakarta Selatan yang sudah penuh, yaitu: TPU Tanjung Barat, TPU Jagakarsa, TPU Kampung Kongsi, TPU Grogol Selatan, TPU Kebagusan, TPU Pisangan, TPU Pejaten Timur, TPU Pejaten Barat, dan TPU Cikoko.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui, keterbatasan lahan pemakaman kini menjadi persoalan bagi Kota Jakarta.
“Untuk pemakaman umum memang ini sekarang menjadi masalah dan sekarang ini sedang dikaji,” ujar Pramono di Thamrin Nine Ballroom, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (21/10).
Ia mengatakan, ada beberapa opsi solusi bagi krisis lahan makam ini. Salah satunya adalah pemakaman bertingkat atau tumpang. Namun usulan ini masih harus dikaji lagi. Salah satu opsi lainnya yang sedang dipertimbangkan adalah pembangunan TPU di luar wilayah Jakarta.
