Kritik Nanda di Medsos Usai Ditilang Operasi Zebra Berujung Penyesalan

kumparanNEWSverified-green

comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Operasi Zebra Foto: Aria Pradana/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Operasi Zebra Foto: Aria Pradana/kumparan

Nanda tak dapat lagi menyembunyikan kekesalannya saat ditilang di kawasan Margonda, Depok, Jawa Barat. Pasalnya, ia tak mengetahui kenapa ia bisa ditilang. Dia pun menuangkannya di akun Instagram.

Nanda mengizinkan kumparan untuk mengutip cerita soal ini di Instastory-nya.

Semuanya bermula saat ia melewati Operasi Zebra dan disetop oleh oknum polisi.

"Tadi saya lewat Jalan Margonda yang arah keluar dari UI. Terus yang tahu itu daerah situ kalau macet kayak gimana pasti tahu. Nah di situ ada Operasi Zebra," tulis Nanda, Rabu (23/10), sekitar pukul 14.40 WIB.

"Terus hampir semua motor di situ diberhentiin. Tapi cara polisi ngeberhentiinnya itu galak banget. Sambil teriak-teriak nunjuk-nunjuk, woi ke pinggir," sambung dia.

Kemudian, ada oknum polisi yang mendatanginya, lalu menanyakan surat-surat kepada Nanda.

"Nih, Pak. Saya kasih SIM, KTP, STNK," jawab Nanda.

instagram embed

Nanda kemudian ditilang. Ia pun bertanya kepada oknum polisi itu apa alasan penilangan tersebut.

Oknum polisi itu, kata Nanda, hanya menjawab sedang Operasi Zebra. Tidak ada jenis pelanggaran yang disebutkan.

Nanda begitu kesal. Tak lama kemudian, ia memposting unggahan surat tilang di Instastory sambil dibubuhi kalimat. "Polisi lagi cari uang jajan."

Ia tak menyangka respons netizen begitu cepat. Nanda kemudian mendapat serangan bertubi-tubi dari netizen yang tak dikenalnya.

Bahkan, kata dia, ada yang menyerang secara fisik. Padahal, menurutnya, dia hanya mengungkapkan kekesalan yang dirasakan oleh beberapa netizen lainnya juga.

"Wow banget sih, ternyata bener netizen Indonesia tuh gercep banget dan mahabenar. Cuma, dari sekian persen bully-an itu malah ke fisik, jadi enggak nyambung dengan postingan yang saya buat, pedes-pedes banget sih," jelas dia melalui pesan singkat kepada kumparan.

Namun, Nanda mengaku menyesal telah mengunggah postingan itu. Ia tak berniat menyamakan semua polisi dengan yang ia temui di Margonda tadi. Dia pun menyampaikan permintaan maafnya.

"Cuma ini saya jadiin pelajaran buat saya ke depannya untuk bijak bersosmed. Iya aku ngaku salah. Berani-beraninya nulis kayak gitu. Meski sebenarnya ada poin di mana kita tuh sebenarnya ada unek-unek sama oknum polisi," tutup Nanda.

kumparan masih mencoba mencari konfirmasi atas peristiwa ini dari kepolisian.