Kronologi Bentrokan PP dan PSHT di Bekasi

Bentrokan yang melibatkan organisasi massa (ormas) Pemuda Pancasila dan Persaudaraan Satu Hati Teratai (PSHT) terjadi di Bintara, Kota Bekasi, Kamis (21/5) kemarin.
Bentrokan ini merupakan buntut dari cekcok antara anggota Pemuda Pancasila dan seorang pemilik warung di dekat pos Pemuda Pancasila, sekitar pukul 03.00 WIB, dan dilanjutkan dengan keributan yang lebih parah sekitar pukul 17.00 WIB di hari yang sama.
Berikut adalah kronologi sesuai dengan informasi yang dikonfirmasi oleh Kasubag Humas Polres Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing:
Kamis (21/5)
02.30 WIB
Terjadi pengeroyokan terhadap saudara Toto, seorang pemilik warung kopi di Bintara oleh saudara Iwan. Iwan merupakan anggota dari Pemuda Pancasila. Hal ini merupakan puncak dari kekesalan Toto yang menagih uang kopi. Sebab, beberapa kali anggota Pemuda Pancasila pernah memesan kopi di warung Toto dan enggan membayar.
02.45 WIB
Toto yang dikeroyok sempat ditendang oleh Iwan. Toto membalas dan sempat membanting Iwan hingga kepala Iwan luka. 3 orang anggota Pemuda Pancasila kembali mengeroyok Toto, bahkan sempat menantang organisasi silat PSHT.
03.00 WIB
Keributan mereda, mediasi sempat dilakukan. Bahkan disertai dengan penandatanganan surat perdamaian dan dokumentasi.
12 Jam berselang, keributan kembali terjadi.
15.00 WIB
Anggota PSHT mendatangi tempat kejadian. Mereka mencari anggota Pemuda Pancasila yang melakukan pengeroyokan tersebut.
15.15 WIB
Massa PSHT sempat terkonsentrasi di sekitar TKP. Situasi sedikit memanas.
17.00 WIB - 18.00 WIB
Polisi mendatangi lokasi kejadian. Mereka mencoba memediasi kedua belah pihak. Kesepakatan damai pun sudah terwujud.
18.00 WIB
Ketika polisi beranjak pergi, kedua belah pihak kembali memanas. Terjadi saling lempar antara ormas Pemuda Pancasila dan organisasi PSHT.
Akibatnya, 4 sepeda motor terbakar. Meski demikian, polisi belum mendata adanya korban luka atau korban jiwa terkait peristiwa tersebut.
***
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.
***
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
