Kronologi Bulan Madu Berujung Maut Saat Glamping di Sumbar
ยทwaktu baca 3 menit

Cindy Desta Nanda (28) dinyatakan tewas di kamar penginapan glamping di Nagari (Desa) Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (9/10).
Korban baru menikah 3 hari yang lalu. Kemudian berbulan madu bersama suaminya, Gilang Kurniawan (28).
Gilang dilaporkan kritis saat keduanya ditemukan tak sadarkan diri di dalam kamar penginapan tersebut. Gilang saat ini masih dirawat di Semen Padang Hospital (SPH) di Kota Padang.
Muncul dugaan bahwa pasutri ini mengalami keracunan gas yang berasal dari alat pemanas air mandi. Namun kepolisian belum bisa memastikan hal tersebut.
"Kami belum bisa menyimpulkan. Kalau untuk kemungkinan-kemungkinan bisa semua. Tapi belum bisa dipastikan," ujar Kapolsek Lembah Gumanti, AKP Barata Rahmat Sukarsih, Jumat (10/10).
Berikut kronologi kasus tersebut;
Rabu, 8 Oktober
Cindy dan Gilang check in.
Pukul 18.30 WIB
Pasutri pesan makanan ke resepsionis; sop iga, mi kuah pedas, air mineral, risol, dan kentang goreng.
Pukul 19.00 WIB
Karyawan penginapan mengantakan pesanan ke kamar pasutri. Cindy dan Gilang berada di kamar.
Kamis, 9 Oktober
Pukul 07.15 WIB
Karyawan mengantarkan sarapan pagi ke kamar. Sesampai di pintu kamar, karyawan berkata dari luar memberi tahu bahwa sarapan telah datang.
Barata menyebut, korban Gilang sempat menyahut 'tunggu sebentar' kepada karyawan karena sedang mandi.
"Karyawan penginapan menunggu di luar kamar selama 20 menit. Lalu, karyawan pergi ke kamar lain untuk mengantarkan sarapan," kata dia.
Pukul 07.30 WIB
Datang lagi karyawan lain untuk mengantarkan makanan ke kamar. Sesampai di depan pintu kamar, karyawan mengetuk pintu sebanyak 3 kali sambil berkata sarapan datang.
"Dikarenakan tidak ada tanggapan, karyawan memberitahu kepada karyawan lainnya. Keduanya mengecek, dan membuka paksa pintu kamar," jelasnya.
Barata mengungkapkan, saat membuka pintu karyawan tersebut tidak melihat pasutri itu. Saat kamar mandi dibuka, keduanya ditemukan tergeletak tak sadarkan diri.
Kemudian karyawan glamping mengevakuasi pasutri dari dalam kamar mandi. Kondisi keduanya lemas.
"Pihak karyawan mencoba memberikan pertolongan pertama berupa memberikan keduanya oksigen. Namun keadaan keduanya semakin lemas," ucapnya.
Pukul 08.35 WIB
Karyawan penginapan membawa keduanya ke Puskesmas. Tim medis Puskesmas menyatakan korban Cindy dinyatakan meninggal dunia.
"Korban Gilang keadannya masih hidup, namun masih tidak sadarkan diri. Selanjutnya tim medis dari puskesmas Alahan Panjang langsung merujuk korban ke RSUD, lalu ke SPH," tambah Barata.
Jumat, 10 Oktober
Kepolisian melakukan olah TKP.
Polisi mengatakan, penyelidikan mengalami kendala karena jenazah Cindy telah dimakamkan. Padahal, sebelumnya keluarga setuju untuk melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian.
"Informasinya korban sudah dimakamkan tadi. Otomatis tidak dilakukan autopsi. Keluarga sudah ditawarkan, awalnya disetujui, sudah membuat laporan polisi dan permohonan autopsi, namun tidak jadi. Kami tidak tahu apa alasan keluarga," tutupnya.
