Kronologi Caleg PKS Sumedi Putus Aliran Air Bersih untuk Warga di Cilegon
ยทwaktu baca 3 menit

Caleg DPRD Kota Cilegon dari PKS Sumedi Madasik terpaksa memutus sementara aliran air bersih dari sumur bor miliknya. Pemutusan ini dilakukan bertepatan dengan pengumuman hasil Pileg.
Menurut Sumedi pemutusan aliran air bersih ini bukan karena kegagalannya lolos ke parlemen Kota Cilegon. Hal ini dilakukan atas kesepakatan bersama warga untuk mencari solusi agar bisa menutup beban biaya listrik yang selama ini sudah ditanggungnya.
Bagaimana kronologinya?
Tahun 2019
Tahun 2019 warga meminta batuan Sumedi agar air di sumur bornya dialirkan ke kampung mereka.
Sumedi setuju dengan kesepakatan warga membayar Rp 5.000 per kubikasi, dan warga pun setuju.
Sumedi menanggung antara Rp 2 juta sampai Rp 2,5 juta setiap bulannya untuk mensubsidi pembayaran listrik pengaliran air bersih ke warga.
"Kurang lebih 4 tahun saya bantu air bersihnya, bahkan alhamdulillah air yang saya alirkan ke sana PH-nya 7, itu luar biasa, bahkan masyarakat Cisuru sendiri bisa mengkonsumsi air bersih," ucap Sumedi.
Februari 2024
Terjadi kesepakatan antara Sumedi dengan warga untuk memilih dirinya sebagai anggota DPRD Cilegon dalam Pemilu 2024 sebagai bentuk kompensasi sudah dibantu diberi aliran air bersih selama bertahun-tahun.
14 Februari 2024
Saat Pemilu 2024, Sumedi kalah suara. Warga, kata Sumedi, memilih caleg lain yang memberikan serangan fajar.
"Dari jumlah 140 warga yang masuk DPT, saya cuma berharap itu cuma 100 suara, wajarlah sekitar 70 persen saja, tapi yang saya dapat cuma 45 persen. Itu akibat serangan fajar, pelakunya si RT sendiri yang pada malam hari dia sengaja bawa uang dari salah satu calon untuk dibagikan ke masyarakat, beli suara," kata Sumedi.
Februari usai pemilu
Sumedi mengundang para tokoh masyarakat setempat untuk meminta agar biaya listrik dan perawatan mesin diserahkan sepenuhnya ke warga.
Sumedi juga sempat menawarkan agar biaya pengambilan air bersih dari sumur bor miliknya dinaikkan untuk menutupi biaya yang ditanggungnya lantaran sudah tak punya biaya usai dirinya nyaleg.
"Saya berharap naik, supaya bisa menutupi biaya listriknya, ternyata sampai detik ini belum ada solusi. Saat itu saya bilang air sementara saya tutup, bukan saya putus, hanya sementara, karena tujuannya supaya ada yang terbaik buat saya pribadi, dan ada solusi yang terbaik buat masyarakat," jelasnya.
18 Februari
Tidak ada solusi yang disepakati, Sumedi akhirnya memutus sementara saluran air sumur bornya setelah dilakukan musyawarah bersama.
Warga kembali mencari air bersih dengan berjalan sepanjang 2 km
Sumedi menegaskan akan kembali membuka aliran air bersih ke warga Kampung Cisuru bila sudah ada solusi terbaik yang didapat dari kedua belah pihak.
"Bukan saya tutup, hanya sementara supaya ada solusi terbaik buat saya dan masyarakat," ucapnya.
12 Maret 2024
Foto-foto warga berjalan kaki 2 km untuk mencari air bersih viral di media sosial dengan narasi aliran air diputus caleg karena kalah pileg.
13 Maret 2024
Sumedi memberikan penjelasan bahwa pemutusan itu bukan karena dia kalah dalam pileg tetapi karena dia sudah tidak punya biaya lagi. Dia berharap masalah air bersih ini bukan hanya menjadi tanggung jawab dia, tetapi pemerintah daerah juga harus mencari solusi atas masalah ini.
