Kronologi Dugaan Penculikan Atlet Golf Putri

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Atlet golf putri Jesslyn Wijaya Lay yang diduga diculik. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Atlet golf putri Jesslyn Wijaya Lay yang diduga diculik. Foto: Dok. Istimewa

Atlet golf putri Jesslyn Wijaya Lay diduga menjadi korban penculikan saat menghadiri perayaan ulang tahun neneknya di sebuah restoran kawasan Mangga Besar, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Polres Metro Jakarta Pusat saat ini masih menyelidiki laporan dugaan penculikan tersebut.

Kuasa hukum keluarga, Andi Darti, mengungkap kronologi kejadian tersebut saat live bersama kumparan, Selasa (21/7) pagi.

Berikut kronologinya:

Senin (13/7)

Pukul 19.30 WIB

Andi menjelaskan, Jesslyn memenuhi undangan ulang tahun neneknya di Restoran Saung Purnama, Mangga Besar. Korban diminta keluarganya membawa kue ulang tahun.

Sebelum masuk ke restoran, Jesslyn diantar calon suaminya, Evan. Namun, Evan kemudian pergi sebentar untuk membeli obat di apotek yang berada tak jauh dari lokasi.

Ilustrasi Penculikan. Foto: HTWE/Shutterstock

Pukul 19.45-19.50 WIB

Saat acara kejutan ulang tahun hendak dimulai, orang-orang yang berada di lantai dua restoran mendengar suara teriakan Jesslyn.

Menurut Andi, korban saat itu terlihat meronta dalam kondisi dibekap dan matanya ditutup sebelum dibawa beberapa pria menuju sebuah mobil.

“Nah, ketika akan dilakukan acara surprise dari tim restoran atau grup, tiba-tiba tim surprise yang ada di lantai dua dikagetkan oleh suara teriakan dari Jesslyn yang saat itu terlihat meronta dan saat itu dilihat bahwa Jesslyn sudah digendong dan matanya terlihat ditutup, apa namanya, dibekap dan matanya ditutup. Terus mereka turun dan Jesslyn sudah tidak ada di tempat. Dan di situ ada beberapa orang laki-laki membawa Jesslyn dan Jesslyn langsung dimasukkan ke mobil warna putih. Mobil langsung tancap gas dengan kecepatan tinggi seperti itu,” lanjutnya.

Pukul 20.00-21.00 WIB

Usai membeli obat, Evan menunggu Jesslyn di sekitar restoran. Namun hingga sekitar pukul 20.00 WIB bahkan mendekati pukul 21.00 WIB, Jesslyn tak kunjung menghubunginya.

Evan kemudian mencoba menelepon korban, tetapi ponselnya sudah tidak dapat dihubungi.

“Nah, Evan gelisah dan mencoba menghubungi handphonenya tetapi tidak bisa dihubungi. Karena sudah waktu itu sudah jam 21.00 WIB akhirnya Evan mendatangi restoran,” kata Andi.

Di restoran, Evan mendapat penjelasan dari sejumlah saksi, termasuk waitress dan tukang parkir, mengenai dugaan penculikan yang baru saja terjadi. Sejak saat itu, Jesslyn belum diketahui keberadaannya.

Kamis (16/7)

Kasus ini kemudian dilaporkan ke polisi oleh NA, selaku teman korban.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat AKBP Roby Heru Saputra saat konferensi pers di Polres Jakarta Pusat, Senin (29/6/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Minggu (19/7)

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, pada Minggu (19/7), laporan terkait dugaan penculikan ini dicabut.

Meski begitu, penyidik belum menghentikan proses penyelidikan karena masih ingin memastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

“Perkembangan terbarunya adalah pada hari Minggu tanggal 19 pelapor datang ke Polres Jakpus untuk mencabut laporan. Namun kami dari Polres Jakpus belum menghentikan penyelidikan karena kita masih belum menemukan keterangan perkara yang sebenarnya terjadi apakah ada perbuatan pidana dalam perbuatan tersebut,” kata Roby, Selasa (21/7).