Kronologi Eks TNI Tembak TNI di Belitung: Dilaporkan Istri, Dikepung, Penembakan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sertu Hendri, desertir TNI AD pelaku penembakan. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Sertu Hendri, desertir TNI AD pelaku penembakan. Foto: Dok. Istimewa

Terjadi penembakan terhadap Serma Randi, anggota Subdenpom Persiapan Belitung, oleh Hendri, pecatan TNI dengan pangkat terakhir sertu. Penembakan dilakukan dengan menggunakan pistol rakitan di Kecamatan Tanjung Pandan, Kota Belitung, Senin (13/1) dini hari.

Bagaimana kronologinya?

7 Desember 2023

Sertu Hendri dipecat dari dinas militer berdasarkan Keputusan Pengadilan Militer 1-04 Palembang Nomor 124-K/PM.l.04/AD/XI/2023.

Jabatan Hendri sebelumnya adalah Ba Unit Intel 2/C/1 Tim Intelrem 042/Gapu Kesatuan Korem 042/Gapu.

Hendri telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana desersi. Ia pun dipidana 1 tahun penjara.

Pada tahun 2023, sebelum melakukan desersi, Hendri diduga terlibat perampokan terhadap bandar narkoba yang merupakan kawannya.

Minggu, 12 Januari 2025

Pukul 21.30 WIB - Laporan istri

Kiki, istri siri Hendri, melaporkan pengancaman yang dilakukan oleh Hendri. Kiki melapor ke Subdenpom Persiapan Belitung.

Pukul 22.00 WIB - Mengintai

2 personel Subdenpom yaitu Serka Nyoman dan Serka Rizki mengintai kamar kontrakan Hendri di Jalan Kamboja, Kecamatan Tanjung Pandan.

Senin, 13 Januari 2025

Pukul 00.40 WIB - Bala Bantuan

7 personel Subdenpom tiba di kontrakan Hendri.

Tim gabungan yang terdiri dari TNI dan Batalyon B Satbrimobda Polda Bangka Belitung mengepung desertir Sertu Hendri yang merupakan pelaku penembakan anggota Polisi Militer (PM) Serma Randi personel Subdenpom Persiapan Belitung pada Senin (13/1/2025) Foto: kasmono/ANTARA

Pukul 00.41 WIB - Penangkapan Dimulai

Proses penangkapan Hendri dimulai.

Hendri mematikan lampu kamar dan keluar dengan menodongkan pistol ke arah semua personel Subdenpom.

"Pelaku menenteng senjata jenis Beretta, senjata itu bukan dari dinas, mungkin beli di luar," kata Komandan Subdenpom Persiapan Belitung Letda Cpm M Jaka Budi Utama, Selasa (14/1).

Serma Randi, salah satu personel Subdenpom, mencoba mengambil pistol namun gagal.

Hendri membawa Randi dengan mengancam akan menembak apabila ada yang mendekat.

Pukul 00.55 WIB - Kabur

Hendri kabur membawa Randi, menggunakan mobil Toyota Fortuner abu-abu berpelat nomor AD 1092 BN milik Hendri.

"Pelaku (Hendri) juga menyuruh korban (Randi) untuk masuk ke dalam mobil pelaku sambil menodongkan pistol ke arah korban. Korban terpaksa menuruti kemauan pelaku dan membawa mobil pelaku meninggalkan rumah kontrakan pelaku, Demi keselamatan anggota di lapangan, terpaksa kami mengalah," ujar Letda CPM M Jaka Budi Utama.

Pukul 01.30 WIB - Randi Ditemukan Tertembak

Randi ditemukan oleh Muhammad Imron, pengajar Pondok Pesantren Dhiyaul Qur'an, di jalan perbatasan Desa Air Seruk-Desa Buluh Tumbang.

Saat ditemukan, Randi sudah dalam keadaan tertembak, dengan luka tembak di tulang rusuk kiri.

Tangan Randi terikat, namun sudah terlepas satu.

Rumah Mertua Hendri Dikepung

Tim gabungan yang terdiri dari TNI dan Batalyon B Satbrimobda Polda Bangka Belitung mengepung desertir Sertu Hendri yang merupakan pelaku penembakan anggota Polisi Militer (PM) Serma Randi personel Subdenpom Persiapan Belitung pada Senin (13/1/2025) Foto: kasmono/ANTARA

Tim lalu mengepung rumah mertua Hendri di Jalan Anwar Said, Kecamatan Tanjung Pandan.

Tim tak langsung menyergapnya, mereka hendak bernegosiasi karena Hendri membawa pistol. Dalam momen ini, lokasi di sekitar rumah sudah disterilkan dari warga. Tim menembakkan gas air mata.

Ternyata, Hendri telah kabur.

Tim lalu melakukan penyisiran dan penyekatan di bandara, Pelabuhan Tanjung Ru dan Pelabuhan Tanjung Pandan dengan menempelkan brosur DPO.

Tim juga telah berkoordinasi dengan Wakapolres Belitung dan Polda Babel.

Tim gabungan yang memburu Hendri terdiri dari anggota Kodim 0414/Belitung dan Unit Intel Kodim 0414/Belitung, serta Batalyon B Satbrimobda Polda Bangka Belitung,

Kondisi Randi

Randi ditangani oleh RSU Marsidi Judono.