Kronologi Evakuasi Rayan, Bocah Maroko yang Tewas Usai Terperosok dalam Sumur

7 Februari 2022 16:19 WIB
·
waktu baca 5 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tim layanan darurat Maroko membawa Rayan Oram yang berusia lima tahun ke ambulans setelah menariknya dari lubang sumur tempat dia jatuh pada 1 Februari, di desa terpencil Ighrane di provinsi utara pedesaan Chefchaouen (5/2/2022). Foto: Fadel Senna/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Tim layanan darurat Maroko membawa Rayan Oram yang berusia lima tahun ke ambulans setelah menariknya dari lubang sumur tempat dia jatuh pada 1 Februari, di desa terpencil Ighrane di provinsi utara pedesaan Chefchaouen (5/2/2022). Foto: Fadel Senna/AFP
ADVERTISEMENT
Proses evakuasi untuk menyelamatkan Rayan Aourram, bocah lima tahun yang terperosok ke dalam sumur di Maroko, berakhir dengan bduka. Rayan meninggal dunia setelah petugas berhasil mengeluarkan tubuhnya dari dalam sumur.
ADVERTISEMENT
Kabar duka yang diumumkan oleh pihak Kerajaan Maroko itu disusul oleh isak tangis warga dan para anggota tim evakuasi di tempat.
Mereka telah berjuang selama lima hari untuk menyelamatkan bocah malang itu.
Perjuangan para petugas selama proses evakuasi turut menyita perhatian dunia. Kegigihan mereka dihadiahi apresiasi tertinggi dan acungan jempol dari komunitas internasional.
Mengutip sejumlah sumber termasuk Morocco World News dan BBC, kumparan merangkum kronologi evakuasi Rayan. Berikut detailnya.
Petugas bekerja menyelamatkan anak berusia lima tahun yang terperangkap di sumur di provinsi utara Chefchaouen dekat Bab Berred, Maroko, Kamis (3/2/2022). Foto: AFP

Selasa, 1 Februari 2022

Insiden tragis ini bermula pada Selasa (1/2) sore, ketika ayah Rayan, Khaled Aourram, tengah memperbaiki sumur kering itu.
Sumur yang berlokasi di Desa Ighrane, Chefchaouen, itu memiliki kedalaman hingga puluhan meter dengan lubang selebar 45 cm.
ADVERTISEMENT
BBC melaporkan, Aourram mengatakan Rayan terjatuh ke dalam sumur saat dirinya melepaskan pandangannya dari Rayan selama beberapa detik.
Orang tua Rayan pun menyadari anaknya terjatuh ke dalam sumur ketika mendengar suara tangisan Rayan, “Tolong angkat aku.” Mereka menyalakan senter, mengarahkan sinarnya ke dalam sumur, dan akhirnya menemukan Rayan terjebak di kedalaman 32 meter.
Upaya awal mereka adalah menggunakan tali untuk menarik Rayan. Namun, usaha tersebut tak membuahkan berhasil. Keluarga pun menghubungi otoritas setempat untuk meminta pertolongan.
Tim evakuasi pun datang. Awalnya, mereka mencoba untuk menyelamatkan Rayan dengan memasuki sumur secara langsung. Namun ternyata, semakin dalam, lubang sumur semakin menyempit. Usaha ini pun gagal.
Proses penyelamatan anak berusia lima tahun yang terperangkap di sumur di provinsi utara Chefchaouen dekat Bab Berred, Maroko, Kamis (3/2/2022). Foto: AFP

Rabu, 2 Februari 2022

Morocco World News melaporkan, petugas akhirnya menggunakan alat berat untuk menggali lubang yang paralel dengan sumur tersebut.
ADVERTISEMENT
Rencananya, setelah lubang tergali hingga kedalaman 32 meter, tim evakuasi akan menggali terowongan horizontal untuk menggapai Rayan dari bagian pinggir.
Komposisi tanah di area pegunungan Rif menjadi tantangan terbaru bagi para petugas. Mereka pun harus melakukan proses penggalian secara perlahan dan hati-hati. Sebab, ada potensi terjadi longsoran yang bisa membahayakan nyawa Rayan dan para petugas.
Tim ahli pun dikerahkan. Memasuki hari kedua proses evakuasi, Khaled Aourram menegaskan anaknya masih hidup.
“Saya sama sekali belum tidur,” ujar dia kepada media setempat.
Suplai oksigen, makanan, serta minuman disalurkan menuju Rayan. Tidak diketahui apakah Rayan saat itu bisa menggunakan oksigen atau memakan makanan yang diturunkan ke arahnya.
Orang-orang berkumpul ketika petugas menyelamatkan anak berusia lima tahun yang terperangkap di sumur di provinsi utara Chefchaouen dekat Bab Berred, Maroko, Kamis (3/2/2022). Foto: AFP

Kamis, 3 Februari 2022

Kamera diturunkan ke dalam sumur untuk memantau kondisi Rayan. Dari rekaman kamera itu, tampak Rayan berada dalam kondisi masih hidup dan sadar. Namun, sejak saat itu, tidak ada lagi kabar terbaru soal kondisi Rayan.
ADVERTISEMENT
Proses evakuasi terus berlanjut. Pada hari ketiga evakuasi ini, petugas masih menggali lubang secara vertikal untuk bisa mencapai kedalaman 32 meter.
Warga setempat berkerumun menyaksikan proses penyelamatan bocah malang ini.
Nyanyi-nyanyian religi hingga lantunan takbir terus mengiringi perjuangan para petugas. Bahkan tak sedikit warga yang memutuskan bermalam di lokasi.
Tenaga kesehatan, ambulans, dan helikopter dikerahkan dan standby di tempat untuk bisa memberikan penanganan medis kepada Rayan ketika tubuhnya berhasil diselamatkan. Rumah sakit setempat juga diminta bersiap untuk langsung menangani Rayan.
Pada malam hari, petugas berhasil mencapai kedalaman 22 meter. Operasi penggalian terus menerus dihentikan sementara akibat potensi terjadi longsoran.
Petugas bekerja menyelamatkan anak berusia lima tahun yang terperangkap di sumur di provinsi utara Chefchaouen dekat Bab Berred, Maroko, Kamis (3/2/2022). Foto: AFP

Jumat, 4 Februari 2022

ADVERTISEMENT
Memasuki hari keempat, lubang galian mencapai kedalaman 32 meter. Petugas setempat pun langsung melakukan penggalian terowongan secara horizontal. Pipa beton pun dikerahkan.
ADVERTISEMENT
Proses evakuasi menarik perhatian dunia, dengan kantor berita besar seperti BBC dan Al-Jazeera terjun langsung ke lokasi untuk meliput. Stasiun televisi juga menyiarkan proses penggalian secara langsung.
Memasuki malam hari, petugas harus melakukan penggalian terowongan secara manual dengan menggunakan belencong dan alat lainnya. Sebab, penggunaan alat berat berpotensi menyebabkan reruntuhan yang bisa menimbun Rayan dan tim evakuasi.
Proses penggalian harus dihentikan berkali-kali untuk memastikan tanah dan bebatuan tidak akan mendadak longsor.
Tim layanan darurat Maroko membawa Rayan Oram yang berusia lima tahun ke ambulans setelah menariknya dari lubang sumur tempat dia jatuh pada 1 Februari, di desa terpencil Ighrane di provinsi utara pedesaan Chefchaouen (5/2/2022). Foto: Fadel Senna/AFP

Sabtu, 5 Februari 2022

Hari kelima evakuasi, petugas mengumumkan mereka sudah semakin dekat menuju lokasi Rayan—hanya berjarak beberapa jam hingga akhirnya bisa mencapai bocah malang itu.
Tahapan akhir menjadi yang paling krusial dan berbahaya, karena potensi longsor menjadi semakin besar. Ketegangan di lokasi pun semakin memuncak memasuki malam hari.
ADVERTISEMENT
Seorang anggota penyelamat bernama Ali Sahraoui secara sukarela menawarkan diri menggali batas terakhir untuk menarik Rayan keluar.
“Kami berharap bisa membawanya dalam keadaan selamat,” kata Sahraoui (50) kepada kantor berita AFP.
Akhirnya, pada Sabtu malam, para petugas berhasil mencapai Rayan. Warga setempat langsung bersorak gembira—sebelum mengetahui kabar bahwa putra dari pasangan Khaled Aourram dan Ouassima Kharchich ini sudah tidak bernyawa.
Tim layanan darurat Maroko membawa Rayan Oram yang berusia lima tahun ke ambulans setelah menariknya dari lubang sumur tempat dia jatuh pada 1 Februari, di desa terpencil Ighrane di provinsi utara pedesaan Chefchaouen (5/2/2022). Foto: Fadel Senna/AFP
Tak lama setelah itu, kedua orang tua Rayan tampak berjalan menuruni bukit dan memasuki terowongan horizontal dengan raut wajah terpukul. Setelahnya, mereka keluar dan langsung memasuki ambulans tanpa berkata-kata.
Kabar meninggalnya Rayan akhirnya diumumkan oleh kabinet Kerajaan Maroko.
Kepergian Rayan kecil meninggalkan luka mendalam bagi keluarganya, rakyat Maroko, dan dunia. Ucapan belasungkawa terus mengalir—baik dari warga sipil, pengguna internet, pesohor, hingga para pemimpin dunia.
ADVERTISEMENT
Jenazah Rayan akan dikebumikan di Desa Ighrane pada Senin (7/2), menurut seorang kerabat dan pejabat setempat.