Kronologi Evakuasi WNI dari Afghanistan

21 Agustus 2021 5:41 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Menlu RI Retno Marsudi didampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat penyambutan evakuasi WNI dari Afghanistan di Bandara Halim Perdanakusuma. Foto: Kemlu RI
zoom-in-whitePerbesar
Menlu RI Retno Marsudi didampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat penyambutan evakuasi WNI dari Afghanistan di Bandara Halim Perdanakusuma. Foto: Kemlu RI
ADVERTISEMENT
Pemerintah Indonesia berhasil mengevakuasi 26 WNI dan juga 7 WNA dari Kabul, Afghanistan. Mereka berhasil mendarat dengan selamat di Bandara Halim Perdanakusuma pada Sabtu (21/8) pukul 03.05 WIB.
ADVERTISEMENT
Evakuasi tersebut menggunakan pesawat militer milik TNI AU. Tak mudah, Menlu Retno Marsudi, menyatakan evakuasi ini berhasil karena proses yang kuat baik di dalam negeri maupun lintas negara.
"Proses ini benar-benar, sebuah proses yang tidak mudah dan memerlukan koordinasi yang kuat," kata Retno dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma yang disiarkan secara daring.
Retno mengatakan, dalam proses penjemputan ini, persiapan dilakukan secara matang dan hati-hati. Sebab, dinamika di lapangan selalu berubah-ubah usai Taliban berhasil menguasai Afghanistan.
Berikut kronologi evakuasi WNI di Afghanistan:
Pesawat TNI Angkatan Udara yang mengevakuasi warga negara Indonesia dari Afghanistan mendarat di Pangkalan TNI Angkatan Udara Sultan Iskandar Muda, Aceh, Jumat (20/8/2021). Foto: Irwansyah Putra/Antara Foto
18 Agustus
Sehari usai Indonesia merayakan hari Kemerdekaan, Pesawat TNI AU mengudara menuju Pakistan. Tujuannya adalah Islamabad, sebab tidak dimungkinkan untuk langsung mendarat di Kabul.
Pesawat berangkat sekitar pukul 06.00 WIB. Rute yang ditempuh adalah Jakarta-Aceh-Colombo-Karachi-Islamabad-Kabul.
ADVERTISEMENT
"Dari awal keberangkatan pesawat memang dirancang untuk bermalam di Islamabad," kata Retno.
Keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan bahwa penerbangan Islamabad-Kabul sangat pendek yaitu sekitar 1 jam dan pesawat dapat bergerak cepat jika kesempatan landing diberikan sewaktu-waktu.
"Sebagaimana teman ketahui dalam proses evakuasi ini dalam banyak hal proses harus kita lakukan secara paralel bukan one after another," kata Retno.
"Alhamdulillah izin lintas udara semuanya dapat diperoleh dan pesawat mendarat di Islamabad pada 18 Agustus pukul 20.27 waktu setempat," sambung dia.
Suasana kerumunan orang di dekat bandara di Kabul, Afghanistan, Kamis (19/8). Foto: OMAR HAIDARI/via REUTERS
19 Agustus
Upaya diplomasi dan koordinasi terus dilakukan. Semua Pesawat Indonesia mendapatkan slot pendaratan di Kabul pada 19 Agustus pagi sekitar pukul 04.10 waktu setempat.
"Namun izin tersebut kemudian ditarik kembali dan ditunda karena ada perkembangan lapangan yang tidak kondusif," kata Retno.
ADVERTISEMENT
Hari itu, pesawat urung menuju Kabul. Retno pun mengaku berkoordinasi dengan Menlu Turki, Menlu Norwegia dengan pihak Belanda, AS dan NATO agar pesawat bisa landing di Kabul.
"Dengan situasi baru ini, berarti kita harus mengurus izin baru lagi. Koordinasi terus kita lakukan baik secara internal maupun eksternal," kata Retno.
Potret Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (kanan) dan ayahnya dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz di jalan menjelang kedatangan pangeran di Islamabad. Foto: AFP/AAMIR QURESHI
20 Agustus
Retno mengatakan, pada 20 Agustus informasi izin landing yang baru telah diperoleh. Tim evakuasi langsung melakukan persiapan, dan pesawat TNI AU berangkat menuju Kabul sekitar pukul 04.10 waktu setempat.
Pesawat pun tiba pada pukul 05.17 waktu setempat.
"Rencana awal, pesawat hanya berhenti selama 30 menit. Namun kembali terjadi dinamika, sehingga pesawat berada di Bandara Kabul selama kurang lebih 2 jam," kata Retno, tetapi tak menjelaskan dinamika yang dia maksud.
ADVERTISEMENT
Setelah selesai proses penjemputan, pesawat terbang dari Kabul pada 07.10 waktu setempat ke Islamabad. Tiba di sana pukul 08.11 waktu setempat untuk pengisian bahan bakar, lalu terbang menuju Indonesia.
Tim medis memeriksa penumpang saat penyambutan evakuasi WNI dari Afghanistan di Bandara Halim Perdanakusuma. Foto: Kemlu RI
21 Agustus
"Alhamdulillah, pesawat TNI AU sudah tiba kembali di Bandara Halim Perdanakusuma pada pagi hari ini 21 Agustus 2021," kata Retno.
Seluruh WNI berjumlah 26 orang yang kita evakuasi, semua dalam kondisi baik. Satu catatan bahwa satu diplomat dalam kondisi kurang sehat tetapi non-COVID dan akan segera dilakukan perawatan.
Selain WNI, dalam misi evakuasi ini ikut juga 5 WN Filipina di mana pemerintahnya meminta bantuan untuk ikut diangkut dalam misi evakuasi Indonesia.
"Bantuan membawa WNA dalam misi evakuasi bukan pertama dilakukan. Ini merupakan kewajiban kemanusiaan yang harus dilakukan," pungkasnya.
ADVERTISEMENT