Kronologi Ibu Hamil Ditolak RSUD Ciereng Subang hingga Meninggal di Jalan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suami korban (tengah) saat menerima kunjungan Kadinkes Subang dan Kepala Desa Buniara Kecamatan Tanjungsiang. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Suami korban (tengah) saat menerima kunjungan Kadinkes Subang dan Kepala Desa Buniara Kecamatan Tanjungsiang. Foto: Dok. Istimewa

Kurnaesih (39) ibu hamil yang mau melahirkan ditolak oleh Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD) Ciereng Subang.

Kurnaesih akhirnya dibawa keluarganya ke rumah sakit lain di daerah Bandung, tapi dia dan bayi di kandung meninggal di perjalanan, Kamis (16/2).

Keluarga menyebut, pasien ditolak karena alasan ruangan penuh dan tidak membawa surat rujukan dari puskesmas.

"Pertama, datang ditanya rujukan, padahal istri saya butuh segera ke ICU karena kondisinya sudah kritis harus segera ke ICU kemudian perawat bilang ICU penuh, silakan cari rumah sakit lain," kata suami Kurnaesih, Juju Junaedi, saat ditemui awak media (5/3).

Kasus ini menyedot atensi publik soal ruwetnya administrasi tanpa mendahulukan keselamatan pasien.

Berikut ini kronologi kasus kematian Kurnaesih:

Kamis, 16 Februari 2023

Pukul 16.30 WIB

Kurnaesih yang hamil 9 bulan ditemani suaminya periksa ke bidan desa karena perut sakit. Dia khawatir akan segera melahirkan. Namun, saat itu bidan masih di puskesmas.

Pukul 19.30 WIB

Kurnaesih muntah dan kejang-kejang. Bidan langsung datang ke rumah dan membawa Kurnaesih ke Puskesmas Tanjungsiang.

Dokter di puskesmas langsung memeriksa dan menganjurkan Kurnaesih untuk dirujuk ke RSUD Subang karena harus masuk ICU.

Dengan menggunakan ambulans Puskesmas Tanjungsiang, Kurnaesih dibawa ke RSUD Ciereng.

Kurnaesih dibawa ke IGD RSUD Ciereng. Kemudian pihak RSUD menanyakan surat rujukan, namun dijawab oleh bidan rujukan menyusul karena kondisi pasien urgen.

"Namun, ketika akan masuk ke ruang ICU ditolak karena penuh, begitu pun ruang PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif) juga penuh," ucap Juju.

Menurut Juju, saat itu kondisi Kurnaesih sudah kritis, namun ditolak oleh pihak RSUD karena tak ada rujukan dari pihak Puskesmas Tanjungsiang.

Padahal, menurut Juju, saat itu pasien didampingi oleh bidan yang menyatakan bahwa pasien tersebut kritis harus segera ditangani pihak rumah sakit.

Pukul 23.00 WIB

Kurnaesih dibawa ke salah satu RS di Bandung. Jarak RSUD Ciereng ke Bandung sekitar 50 km.

Namun, di perjalanan Kurnaesih dan bayi yang dikandungnya meninggal dunia.

"Istri saya meninggal dalam perjalanan ke Bandung sekitar pukul 23.47 WIB," kata Juju.

Juju berharap, peristiwa yang dialami istrinya jadi yang terakhir dan tak ada korban berikutnya

"Pelayanan RSUD Subang ini selama ini memang dikenal buruk oleh masyarakat. Makanya warga Subang lebih memilih berobat ke Bandung dan Purwakarta ketimbang ke RSUD Subang," ungkap Juju.

Juju Junaedi (46), suami Kurnaesih, ibu hamil yang meninggal usai ditolak RSUD di Subang. Foto: Dok Istimewa

Juju Junaedi juga mengaku kapok untuk membawa keluarganya kembali berobat ke RSUD Subang.

“Saya kapok membawa keluarga berobat lagi ke RSUD subang. Kalaupun ada keluarga yang sakit saya lebih memilih rumah sakit yang lain asal tidak ke RSUD Subang," ucapnya.

Selasa (7/3)

Dinkes minta maaf

Dinas Kesehatan Pemkab Subang minta maaf terkait kasus tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Subang, dr. Maxi mengucapkan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Dia menilai peristiwa tersebut merupakan hal pahit bagi keluarga maupun pihak rumah sakit.

Maxi menambahkan, tak ada niat dari tenaga kesehatan di rumah sakit untuk menelantarkan atau menolak pasien. Kemungkinan, menurut dia, terjadi keadaan yang darurat, kemudian ada sikap yang tak mengenakkan dari tenaga kesehatan sehingga pihak keluarga tersinggung.

"Intinya tak ada niat sama sekali dari tenaga kesehatan untuk menelantarkan ataupun menolak pasien atau mungkin saat itu serba darurat dan saat itu," kata Maxi, Selasa (7/3).

Selasa (7/3)

Diusut Polisi

Kasus ini diusut Polres Subang. Polisi mulai mencari informasi dan mengumpulkan bahan keterangan dari sejumlah pihak.

"Mendata, mencari informasi keterangan," kata Kapolres Subang, AKBP Sumarni, melalui sambungan telepon pada Selasa (7/3).

Namun, belum diungkap siapa saja yang sudah dimintai keterangan oleh polisi. Menurut Sumarni, fokus utama polisi saat ini adalah memastikan ada atau tidaknya unsur pidana berupa pembiaran oleh petugas kesehatan dalam kasus itu.

"Kalau ada unsur pasal yang dilanggar bisa kena saksi," ucap dia.

Dirut RSUD Bantah tolak pasien

Direktur Utama RSUD Ciereng Subang dr. Ahmad Nasuhi menyangkal menolak pasien. Dia menegaskan pihaknya sudah mengambil tindakan sesuai SOP.

RSUD Ciereng Subang, Jawa Barat. Foto: Dok. Istimewa

"Kalau RSUD sudah menjalankan sesuai dengan SOP yang berlaku. Malahan sudah sempat ada penanganan terlebih dahulu juga waktu di IGD," kata Ahmad.

Ahmad mengungkapkan kronologi awal masuknya pasien Kurnaesih ke IGD RSUD Subang.

Menurutnya, saat memberikan konfirmasi permintaan rujukan puskesmas, pihak RSUD telah menyebut ruang ICU penuh dan menyarankan untuk mencari rumah sakit lainnya karena melihat kondisi pasien membutuhkan ICU.

kumparan post embed