Kronologi Kecelakaan Moge yang Menewaskan Putra Ketua MA di Namibia

20 Juni 2019 19:29 WIB
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
M. Hatta Ali ketua MA periode 2017-2022 Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
M. Hatta Ali ketua MA periode 2017-2022 Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
ADVERTISEMENT
Putra dari Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali, Mohamad Irfan, meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal di Namibia, Afrika. Pejabat Fungsi Politik KBRI Windhoek, Dessi Herlin Yudistira Imbiri, menjelaskan kronologi kejadian.
ADVERTISEMENT
Dessi mengungkapkan, Irfan ikut dalam rombongan tim Adventure Touring Nostalgia (ATN) yang dipimpin Komjen Pol (Purn) Nanan Soekarna. Mereka melakukan kegiatan touring dengan menggunakan motor sejak tanggal 11 Juni dengan rute Cape Town-Namibia-Botswana-Zimbabwe-Zambia.
"Tanggal 16 Juni, tim masuk wilayah Namibia dan menjelajah gurun dan padang savana di beberapa kota di Namibia," kata Dessi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/6).
Mohammad Irfan (kiri) saat bersama kelompok motor besar Indonesia di Namibia. Foto: Instagram/@dabombixindonesia
Berikut kronologinya:
ADVERTISEMENT
Sebagai informasi, tim Adventure Motorcycle Touring Nostalgia terdiri dari 18 orang WNI yang selama 19 hari akan menempuh 4.700 km dan menjelajahi 5 negara Afrika yaitu Afrika Selatan, Namibia, Botswana, Zimbabwe dan Zambia. Tim ini dipimpin oleh Komjen Pol (Purn) Nanan Soekarna yang di tahun 1989-1990 pernah bertugas di Namibia sebagai salah satu anggota pasukan perdamaian di bawah United Nations Transition Assistance Group (UNTAG).
ADVERTISEMENT
Selama berada di Namibia, tim touring bernostalgia dengan menjelajahi, mengeksplorasi dan menikmati keindahan flora dan fauna unik yang hanya dapat dinikmati di Namibia. Beberapa obyek wisata terkenal Namibia yang telah dikunjungi antara lain adalah Fish River Canyon, Kota Luderitz, dan Namib Naukluft National Park.
Tim Touring juga menggunakan kesempatan ini untuk singgah di Kota Windhoek selama 2 hari 1 malam guna bertemu dengan keluarga besar KBRI Windhoek sebelum bertolak melanjutkan perjalanan menuju Botswana.
Selain berpetualang menggunakan motor, tim ini juga membawa misi mulia yaitu mempromosikan citra Indonesia di luar negeri.