kumparan
16 Oktober 2019 22:52

Kronologi Kerusuhan di Penajam Paser Utara

Ricuh, Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Mas'ud
Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur Abdul Gafur Mas'ud temui untuk mendinginkan suasana. Foto: Dok. Istimewa
Kerusuhan terjadi di calon ibu kota baru di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu (16/10) sore. Kejadian ini diduga dipicu adanya warga yang tewas akibat dikeroyok beberapa hari sebelumnya.
ADVERTISEMENT
Akibatnya, warga yang tinggal di dekat lokasi pengeroyokan dan penikaman di Pantai Nipah-nipah memilih mengungsi. Kawasan pelabuhan di sekitarnya juga tak luput dari sasaran amarah warga, yang ikut dirusak dan dibakar.
Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Ade Yaya Suryana, membenarkan kerusuhan bermula dari pengeroyokan dan penganiayaan dua korban, Rian (18) dan Chandra (19), pada 9 Oktober lalu.
Bermula saat dua korban selesai bermain bola di sebuah lapangan futsal dan pulang mengendarai motor. Namun, saat berkendara, mereka menimbulkan suara bising dengan mengegas motornya.
Hal ini membuat pelaku emosi dan mengajak korban bertemu di Pantai Nipah-nipah. Di situlah, kedua korban dianiaya hingga tewas.
"Memang seminggu yang lalu ada permasalahan pidana, sebenarnya pelaku penganiayaan sudah diproses dan ditahan penyidik. Namun, hari ini kelompok massa tersebut berupaya lakukan upaya sepihak," ujar Ade.
ADVERTISEMENT
Berikut kronologinya:
Pukul 13.00 WITA
Terjadi pergeseran sekitar 100 orang menuju ke Pelabuhan Feri, perahu Klotok dan speed boat dalam rangka aksi unjuk rasa terkait terjadinya peristiwa penganiayaan yang melibatkan kelompoknya sebagai korban.
Pukul 14.20 WITA
Setibanya massa di lokasi, mereka langsung menuju ke Pelabuhan Klotok dengan merusak pos loket tiket kapal dan menghentikan transportasi speed boat maupun kapal.
Ricuh, Penajam Paser Utara
Suasana saat ricuh di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Foto: Dok. Istimewa
Pukul 15.00 WITA
Terjadi dialog antara perwakilan massa aksi dan pihak kepolisian, yang dipimpin oleh Kapolres Penajam Paser Utara AKBP Sabil Umar dan Kapolres Paser AKBP Roy Satya Putra.
Pihak kepolisian berupaya memfasilitasi dengan hearing di Kantor Pemkab Penajam Paser Utara, namun tidak ada kata sepakat.
Pukul 17.15 WITA
ADVERTISEMENT
Kapolda Kalimantan Timur Irjen Priyo Widyanto tiba di lokasi dan langsung lakukan komando kendali situasi. Saat ini, situasi sudah terkendali.
Pada Rabu malam, Ade memastikan situasi sudah aman. Ia juga meminta masyarakat mempercayakan proses hukum kepada pihak kepolisian.
"Mengimbau masyarakat tidak melakukan upaya-upaya di luar koridor hukum dan bahkan melanggar hukum. Percayakan proses penanganan permasalahan kepada penegak hukum," imbau Ade.
Ade juga mengimbau masyarakat tidak menyebarluaskan gambar maupun video kerusuhan, yang dapat memperkeruh suasana.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan