Kronologi Mahasiswa ITB yang Sempat Hilang di Gunung Puntang
·waktu baca 2 menit

Operasi pencarian terhadap Arief Wibisono (25), mahasiswa Institut Teknologi Bandung yang tersesat di jalur pendakian Gunung Puntang via Pasir Kuda, Desa Mekarjaya, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, telah berakhir. Arief ditemukan dalam kondisi selamat hari ini, Senin (11/5).
Arief mendaki pada Sabtu (9/5), ia naik ke Puncak Mega, lalu turun ke basecamp. Saat inilah Arief terpisah dari rombongannya.
Berikut kronologi yang dirangkum dari laporan Kantor SAR Bandung:
Sabtu (9/5)
07.45 WIB
Arief mulai mendaki lewat jalur Pasir Kuda. Tujuannya Puncak Mega.
12.00 WIB
Arief dan rombongannya tiba di Puncak Mega. Mereka beristirahat satu jam, dan memutuskan turun lagi ke base camp. Arief tampak mendahului mereka dalam perjalanan turun ini.
16.00 WIB
Saat rekan-rekan Arief tiba di basecamp, mereka tak kunjung melihat Arief. Rekan-rekan Arief mengambil kesimpulan, bahwa Arief hilang. Mereka mencari Arief dengan pengelola setempat tapi tak membuahkan hasil.
Minggu (10/5)
10.10 WIB
Semalaman mencari, Arief tak kunjung ditemukan. Mereka lalu lapor ke Kantor SAR Bandung.
Sebanyak 70 personel SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan warga setempat terlibat dalam operasi pencarian. Tim dibagi ke beberapa regu untuk mempercepat penyisiran di medan yang cukup terjal dan berhutan lebat.
Senin (11/5)
05.45 WIB
Tim SAR kembali meneruskan pencarian di sekitar basecamp Gunung Sangar sampai Puncak Gunung Sangar.
07.07-09.00 WIB
Tim SAR lalu menyusuri lembah-lembah di sekitar pegunungan, antara pos 1 sampai pos 4 pegunungan tersebut.
10.05 WIB
Arief ditemukan oleh warga di Kampung Leuweng Mangun, desa Mekarjaya. Ia ditemukan dalam keadaan selamat.
“Alhamdulillah ditemukan dalam kondisi selamat,” kata Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian.
Menurutnya, kondisi korban secara umum baik dan hanya mengalami luka ringan.
“Alhamdulillah hanya lecet-lecet saja,” ujarnya.
Setelah dievakuasi, korban akan dibawa ke fasilitas kesehatan untuk menjalani pemeriksaan di RSUD Bedas.
“Rencana dibawa ke faskes untuk lakukan pengecekan kesehatan, dan lanjut diserahkan ke pihak keluarga,” tutur Ade Dian.
Basarnas mengimbau para pendaki agar selalu menjaga kebersamaan dalam rombongan dan mempersiapkan perlengkapan serta komunikasi dengan baik selama melakukan pendakian.
