Kronologi Mario Aniaya David: Dimulai dari Saksi AP dan Komentar Shane

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

Mario Dandy Satriyo pelaku penganiayaan ditampilkan di Polres Jakarta Selatan menggunakan baju tahanan. Foto: Luthfi Humam/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mario Dandy Satriyo pelaku penganiayaan ditampilkan di Polres Jakarta Selatan menggunakan baju tahanan. Foto: Luthfi Humam/kumparan

Mario Dandy Satriyo (20) menganiaya David Latumahina (17) hingga koma. Mario membabi buta tanpa belas kasihan memukul dan menendang David.

Bagaimana awal mulanya?

Kapolres Jaksel, Kombes Ade Ary Syam Indradi dalam jumpa pers di Mapolres Jaksel, Jumat (23/2) membeberkan kronologinya;

(-) Januari 2023

Mario mendapat info dari temannya APA, bahwa saksi perempuan AG, pada 17 Januari mendapat perlakuan tidak baik dari David.

"Ada saksi baru yang kami temukan. Itu saudari APA. Itu yang menyampaikan perbuatan yang tidak baik itu berdasarkan informasi dari anak korban," jelas Kombes Ade.

Saksi APA, kemudian mengadu ke Mario soal perbuatan korban.

"Kemudian Mario mengkonfirmasi ke anak saksi AG. Setelah dibenarkan itulah yang membuat tersangka MDS emosi dan mengajak anak korban untuk bertemu," beber Kombes Ade.

(-) Februari 2023

Pada 20 Februari 2023, tersangka Mario menghubungi Shane. Kemudian, Shane bertanya, mengapa Mario begitu emosi.

Mario kemudian menceritakan informasi yang diperoleh dari saksi APA, serta sudah dikonfirmasi saksi perempuan AG.

"Kemudian tersangka S jawab, gua kalau jadi lu, pukulin saja. Itu parah Den," kata Kombes Ade, menirukan ucapan Shane ke Mario.

Dikompori Shane, akhirnya Mario bergerak mencari David. Mario tak sendiri, tapi bersama Shane dan saksi AG.

"Saat itu korban di rumah temannya di Ulujami Pesanggrahan Jaksel," beber Ade.

Tersangka perekam video penganiayaan Mario ke David, Shean Lukas Rotua di Mapolres Jaksel, Jumat (24/2/2023). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Mario Minta Aksinya Aniaya David Divideokan

Kombes Ade melanjutkan, sesampainya di Pesanggrahan di rumah teman David, Shane sempat bertanya, apa yang dia lakukan nanti.

Mario lalu meminta Shane untuk memvideokan aksinya. Mario lalu memberi HP-nya ke Shane.

Saat itu korban David sempat tidak mau keluar rumah temannya. Namun dengan alasan saksi A hendak mengembalikan kartu pelajar, akhirnya David mau bertemu. Saat bertemu itu, Mario langsung menarik David.

"Kemudian tersangka MDS menyuruh anak korban saudara D push up 50 kali. Karena korban tidak kuat dan hanya sanggup 20 kali korban disuruh sikap tobat oleh tersangka Mario," beber dia.

Ketika push up itu, Mario menendang dan memukul korban David. Sedang Shane mengambil video.

"Saksi nyatakan sesuai dengan apa yang video itu tayangkan yaitu telah terjadi kekerasan terhadap D dengan cara menendang kepala anak korban beberapa kali kemudian injak kepala anak korban beberapa kali dan juga tendang perut anak korban dan memukul kepala anak korban ketika posisi push up," beber Kombes Ade.