Kronologi Pembunuhan Pasutri Asal Benhil yang Ditemukan di Purbalingga

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pembunuhan (Foto: Muhammad Faisall/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pembunuhan (Foto: Muhammad Faisall/kumparan)

Sepasang suami istri bernama Husni Zarkasih (58) dan Zakiyah Husni (53), warga Jalan Pengairan, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, ditemukan tewas di jembatan Sungai Klawing, Desa Palumbungan, Purbalingga, Senin (11/9) pagi, sekitar pukul 06.00 WIB.

Keduanya diduga merupakan korban pencurian dengan kekerasan, karena adanya barang berharga yang hilang dari brankas di rumah pasutri yang juga pengusaha garmen tersebut.

Polisi mendapat informasi penemuan dua mayat terbungkus bed cover hari ini sekitar pukul 11.00 WIB. Dari hasil identifikasi, tim Inafis dari Polres Purbalingga berhasil menemukan identitas pasutri ini.

Berikut kronologi penemuan mayat pasutri warga Benhil yang mayatnya ditemukan terbungkus bed cover di Purbalingga:

Pukul 06.00 WIB

Warga Dusun Penisihan, Desa Palumbungan, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, menemukan sepasang mayat berjenis kelamin laki-laki dan perempuan dengan tangan terikat dan terbungkus bed cover. Penemuan mayat ini kemudian dilaporkan ke Polsek Bobotsari yang kemudian diteruskan ke Tim Inafis Polres Purbalingga.

Pukul 11.00 WIB

Kanit Reskrim Polsek Tanah Abang menerima pemberitahuan dari Polres Purbalingga bahwa hari ini sekitar pukul 06.00 WIB, warga menemukan sepasang mayat di Sungai Klawing Dusun Penisihan RT. 001/01 Desa Palumbungan, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga.

"Dari identifikasi, ditemukan identitas korban beralamat di Jalan Pengairan Nomor 21, yang juga menjadi TKP," ujar Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Pol Suyudi Ario Seto dalam keterangannya, Senin (11/9).

Pukul 13.00 WIB

Kanit Reskrim Polsek Tanah Abang, Kompol Mustakim mengecek alamat korban. Di sana polisi menemukan rumah dalam kondisi kosong dan pintu terkunci.

"Bersama ketua RT setempat dan keluarga korban, rumah itu kemudian dicek. Dari hasil pengecekan diduga korban dianiaya di rumahnya dengan ditemukan bercak darah di dinding dan lantai," jelas Suyudi.

Sebuah mobil Toyota Altis dengan nomor polisi B 2161 SBE berwarna silver juga hilang. "Sedangkan barang-barang lain yang diduga hilang masih dalam inventarisir," sambung Suyudi.

Pukul 19.00 WIB

Kapolsek Tanah Abang, AKP Lukman Cahyono mengatakan malam ini pihak keluarga sedang dalam perjalanan menuju Purbalingga, untuk mengecek jenazah korban yang baru saja selesai diautopsi di RSUD Prof Dr Margono Soekarjo, Purwokerto.

"Kemungkinan Selasa (12/9) besok keluarga akan memakamkan keduanya di kampung halaman mereka di Purwakarta," kata Lukman saat dikonfirmasi.